31.8 C
Semarang
Rabu, 6 Mei 2026

Provokasi Grup WA Picu Tawuran Antar-Pelajar




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Aksi tawuran antar-pelajar pecah di ruas Bareng-Colo turut Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus, Senin (4/5) siang. Insiden yang melibatkan tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut, diduga kuat dipicu oleh aksi saling provokasi melalui grup WhatsApp (WA) dan media sosial.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, saat memberikan keterangan resmi di Mapolsek Dawe. Heru menjelaskan, bahwa peristiwa bermula saat kelompok pelajar dari SMK di wilayah Kecamatan Kota dan Jekulo, mendatangi sebuah SMK negeri di Kecamatan Dawe. Kedatangan mereka buntut dari tantang-menantang di grup WA.

‘’Awalnya terjadi provokasi di grup WA dan medsos. Muncul aksi spontanitas, di mana pelajar dari dua SMK swasta mendatangi SMK di Dawe hingga sempat terjadi tawuran,’’ jelas Heru, Senin sore.

Beruntung, aksi tersebut tidak meluas setelah personel Polsek Dawe bersama warga sekitar, bergerak cepat membubarkan massa. Meski tidak ada laporan korban jiwa yang fatal, polisi telah mengamankan empat pelajar untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dua unit sepeda motor dan botol miras juga turut disita sebagai barang bukti.

Baca juga:  Kasus Aktif COVID-19 di Kudus Melonjak Capai 1.031 Pasien

Masih kata Heru, menyikapi kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung menggelar rapat koordinasi dengan pihak sekolah dan stakeholder terkait. Heru menegaskan bahwa semua pihak sepakat untuk memperketat pengawasan agar kejadian yang mencederai dunia pendidikan ini tidak terulang.

‘’Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami mengimbau para pelajar agar bijak bermedsos dan tidak mudah terpancing provokasi. Peran orang tua dan sekolah sangat krusial dalam pembinaan karakter anak,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi tawuran antar-pelajar menjelang pengumuman kelulusan, pecah di ruas jalan Bareng-Colo turut Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus, Senin (4/5) siang. Insiden tersebut melibatkan siswa SMK NU Ma’arif 2, SMK Nusantara, dan SMKN 2 Kudus.

Baca juga:  Puluhan PKL Sunan Kudus Beralih Jualan Online

Aksi tak patut itu pun sekejap viral di beberapa grup WA. Dalam video yang berdurasi 1.10 menit itu, nampak situasi mencekam saat puluhan remaja berpakaian seragam sekolah SMA, berlarian di tengah jalan raya, hingga mengganggu arus lalu lintas.

Beberapa pelajar terlihat membawa benda tumpul dan benda tajam yang diduga senjata tajam (sajam). Aksi kejar-kejaran antar kelompok tersebut pun menciptakan ketegangan bagi warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Tak hanya aksi saling kejar, di tengah kerumunan massa juga nampak kepulan asap tipis yang diduga berasal dari petasan atau flare.

Suara ledakan kecil dan teriakan massa menambah kesan kacau di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu bentrokan tersebut, namun dugaan kuat mengarah pada perselisihan antarkelompok pelajar. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...