30.3 C
Semarang
Jumat, 8 Mei 2026

Dirjen Perlindungan Kebudayaan Visitasi Bangunan Bersejarah di Salatiga




JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Sebagai kota bersejarah dan menyandang predikat salah satu kota tertua di Indonesia, Salatiga memiliki banyak peninggalan bersejarah. Baik itu dari masa kerajaan kuno hingga masa penjajahan Belanda.

Bangunan- bangunan bersejarah tersebut butuh perawatan dan harus dilestarikan. Sehinggal hal ini mengundang dari pihak Kementrian Kebudayaan unktuk melakukan kunjungan ke Salatiga.

Gayung pun bersambut Wali Kota Salatiga dr Robby Hernawan berkomitmen dalam upaya penguatan pelestarian sejarah, dengan melakukan pembahasan intensif mengenai pengajuan beberapa lokasi strategis untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya, termasuk Gedung Pakuwon dan bangunan Rumah Dinas Wali Kota sendiri.

” Kami mendukung upaya- upaya pelestarian sejarah dan tentunya hal ini sejalan dengan identitas Kota Salatiga sebagai salah satu kota tertua di Indonesia. Banyak peningalan- peninggalan sejarah di Salatiga ,” kata Robby Hernawan, Sp.OG., didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, di sela- sela menyambut kunjungan resmi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi dalam agenda visitasi kebudayaan di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Rabu ( 6/5/2026).

Baca juga:  BAZNAS Kabupaten Semarang Waspadai Penyalahgunaan Dana ZIS

Sebelum pertemuan, tamu darii Jakarta tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Pendidikan, beserta jajaran pamong budaya Kota Salatiga meninjau sejumlah situs bersejarah. Kunjungan diawali di Gedung Pakuwon yang terletak di kawasan Alun-Alun Pancasila, yang disinyalir memiliki kaitan erat dengan penandatanganan Perjanjian Salatiga.

Saat ini, tim terkait tengah melakukan pengkajian ulang guna memastikan titik pasti pelaksanaan perjanjian tersebut, mengingat literatur menyebutkan peristiwa itu berlangsung di sebuah bangunan berdinding kayu yang diduga merujuk pada area Aula Kantor Polres Salatiga, tempat di mana rombongan juga meninjau peninggalan benda bersejarah berupa Yoni.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Museum Salatiga atau Museum Plumpungan untuk melihat secara langsung Prasasti Plumpungan yang merupakan bukti otentik awal berdirinya Kota Salatiga. Di lokasi ini, rombongan juga mengobservasi berbagai koleksi arca dan artefak batu peninggalan masa lalu yang ditemukan di wilayah kota sebagai bagian dari kekayaan warisan budaya yang harus dilindungi.

Baca juga:  KPM PKH Desa Mangunan Lor Belajar Stunting Melalui FDS

Sebagai penutup rangkaian visitasi, rombongan bertolak ke Dekranasda Kota Salatiga untuk meninjau potensi kerajinan lokal sebagai wujud pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke Kelenteng Hok Tek Bio sebagai simbol nyata keberagaman dan kerukunan umat beragama yang tetap terjaga dengan baik di Kota Salatiga, sekaligus menutup rangkaian agenda penguatan pelindungan kebudayaan tersebut.( deb)




TERKINI




Rekomendasi

...