31.3 C
Semarang
Sabtu, 16 Mei 2026

Workshop English Public Speaking Bekali Santri dan Siswa Madrasah Hadapi Dunia Global




JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG — Kemampuan berbicara bahasa Inggris di depan umum dinilai menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda, khususnya santri dan siswa madrasah, untuk menghadapi tantangan era global. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Workshop English Public Speaking untuk Santri dan Siswa Madrasah yang digelar di Magelang, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, serta Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa Universitas Nasional (Unas). Workshop diikuti ratusan santri dan siswa madrasah dari berbagai wilayah di Magelang.

Dalam sambutannya, Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa kemampuan public speaking dalam bahasa Inggris merupakan bagian penting dari peningkatan kapasitas generasi muda. Menurutnya, penguasaan bahasa internasional menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan dunia yang semakin terkoneksi.

“Bahasa Inggris mutlak harus dipelajari oleh adik-adik semua. Ke depan, generasi penerus bangsa akan terkoneksi dengan dunia internasional melalui bahasa Inggris sebagai bahasa global,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jawa Tengah VI itu juga menilai kemampuan bahasa Inggris akan membuka peluang lebih luas, baik dalam dunia pendidikan, usaha, maupun pariwisata. Terlebih, Magelang kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan komunikasi internasional.

“Bagaimana bisa menjangkau pasar yang lebih luas kalau tidak menguasai bahasa Inggris. Apalagi Magelang sekarang semakin dikenal sebagai daerah tujuan wisata, sehingga kemampuan komunikasi internasional harus mulai dibiasakan sejak dini,” katanya.

Menurut Wibowo, tantangan terbesar dalam belajar bahasa Inggris sering kali bukan sekadar memahami materi, melainkan keberanian untuk berbicara di depan umum. Karena itu, pelatihan public speaking dinilai penting untuk membangun rasa percaya diri para pelajar.

“Banyak yang sebenarnya memahami bahasa Inggris, tetapi belum berani berbicara. Karena itu dibutuhkan keberanian untuk terus mencoba dan berlatih. Public speaking harus diasah sejak sekarang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa Universitas Nasional, Siti Tuti Alawiyah, menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris menjadi nilai tambah penting dalam dunia kerja dan kehidupan profesional. Menurutnya, penguasaan bahasa asing tidak hanya memperluas peluang karier, tetapi juga membuka jaringan pergaulan yang lebih luas.

“Sekarang ini networking sangat dibutuhkan hampir di semua bidang pekerjaan dan usaha. Kemampuan bahasa Inggris juga bisa menjadi bagian dari personal branding sehingga seseorang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga internasional,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan harus dibangun melalui latihan yang konsisten serta dukungan lingkungan belajar.

“Harus ada dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan belajar. Dengan latihan yang berulang, kemampuan berbicara bahasa Inggris akan semakin terasah,” ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Masykur Hidayat, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah agar mampu bersaing di tingkat global.

“Bahasa hampir tidak memiliki batas negara. Siapa yang menguasai bahasa, maka akan lebih mudah menguasai dunia,” katanya.

Ia juga mendorong para santri dan siswa madrasah untuk terus mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris agar semakin terbiasa dan percaya diri. Ke depan, menurutnya, madrasah juga akan diarahkan menjadi lingkungan pendidikan bilingual dengan penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

“Dengan penguasaan bahasa yang baik, penguasaan ilmu pengetahuan juga akan semakin mudah,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah Amin Handoyo, para kepala madrasah, serta guru pendamping dari berbagai sekolah dan madrasah di Magelang.




TERKINI




Rekomendasi

...