JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Tim medik dan dokter hewan pun diterjunkan langsung ke lapangan, guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus pemantauan adalah kandang ternak ‘Pak Huda’ di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Kandang kerbau ini dikenal sebagai spesialis penampungan dan perawatan kerbau potong berskala besar layaknya ‘Hotel Kerbau’.
Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, menyatakan bahwa pihaknya menjalankan tiga agenda utama dalam sidak kali ini. Kegiatan tersebut meliputi pendataan populasi, pemeriksaan kesehatan umum terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta pemberian vitamin dan obat-obatan.
‘’Kami sudah memantau kurang lebih di tujuh lokasi. Hasilnya, tidak ditemukan kasus PMK baru atau statusnya zero PMK. Beberapa ternak yang dulu sempat bergejala kini sudah sembuh total. Jika ada lecet kecil karena faktor transportasi, itu hal yang wajar dan langsung kami tangani,’’ ujar Arin, di sela melakukan pemantauan hewan ternak, baru-baru ini.
Arin menambahkan, pemberian vaksinasi tidak lagi dilakukan mengingat waktu pelaksanaan Iduladha yang sudah sangat dekat. Sebagai gantinya, dinas mengoptimalkan pemberian vitamin, guna menjaga imunitas dan menjamin kesehatan fisik ternak hingga hari penyembelihan.
Disinggung permintaan, Arin menyebutkan permintaan mengalami penurunan. Terbukti para pedagang mengeluhkan adanya penurunan daya beli masyarakat. Sedang pihaknya menilai tren penurunan ini murni dipicu oleh faktor kondisi ekonomi makro masyarakat, yang belum sepenuhnya pulih dibandingkan tahun lalu.
‘’Kalau soal faktor penyakit menular seperti PMK atau Lumpy Skin Disease (LSD), dipastikan tidak memengaruhi minat pembeli karena penanganan wabah di Kabupaten Kudus sudah sangat terkendali,’’ tandasnya.
Kendati, meski pasar dinilai lesu, fenomena “Hotel Kerbau” di Kandang Pak Huda tetap eksis. Di tempat ini, sistem titip-rawat menjadi layanan utama. Sebanyak 90 persen dari total kapasitas kerbau di kandang tersebut, sudah laku terjual namun tetap ditinggal di kandang untuk dirawat oleh peternak.
‘’Hewan-hewan kurban ini baru akan dikirim ke lokasi pembeli pada H-1 Iduladha,’’ jelasnya.
Pemilik Hotel Kerbau, Solikul Huda, membeberkan bahwa saat ini terdapat sekitar 60 ekor kerbau di kandang utama, dan 150 ekor lainnya di kandang dekat rumahnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 ekor kerbau secara akumulatif, telah dipesan oleh para pembeli dan panitia kurban.
‘’Rata-rata harga kerbau yang terjual berkisar antara Rp20 juta hingga Rp41 juta. Namun, kami juga menyediakan kerbau jumbo berbobot 700 hingga 800 kilogram, dengan harga mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta per ekor. Untuk harga tahun ini relatif stabil dan sama dengan tahun kemarin,” urai Huda.
Huda menjelaskan, tingginya kepercayaan panitia kurban dari wilayah Kudus dan sekitarnya didasari oleh pola perawatan yang higienis. Pihaknya konsisten memberikan pakan berkualitas berupa rumput segar dan tebon (tanaman jagung muda), bukan jerami kering.
Selain itu, pembeli diuntungkan dengan sistem all-in. Huda tidak membebankan biaya tambahan untuk perawatan dan pemberian pakan selama masa penitipan. ’’Pembeli terima bersih. Harga yang disepakati di awal sudah mencakup biaya perawatan harian sampai pengiriman ke lokasi pada hari H kurban,’’ pungkasnya. (han/rit)













