25 Relawan PMI Kabupaten Semarang Dilatih Spesialisasi Pertolongan Pertama




JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Guna meningkatkan kemampuan relawan memberikan pertolongan cepat tanggap saat terjadi kecelakaan, PMI Kabupaten Semarang menggelar pelatihan spesialisasi pertolongan pertama. Kegiatan yang digelar selama dua hari di markas PMI Jalan Gatot Subroto, Ungaran itu dibuka oleh Ketua PMI Moh Taufik, Sabtu (23/5/2026).

Dikatakan Moh Taufik, keahlian pertolongan pertama pada korban kecelakaan merupakan ketrampilan dasar penting bagi segenap komponen PMI. Tindakan awal ini dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko cedera bahkan menyelamatkan nyawa korban.

“Penyegaran kemampuan ini penting guna mengasah naluri dan kompetensi para relawan agar berhasil melakukan tugasnya,” tegasnya didampingi Kepala Bidang SDM dan Relawan, Dewanto Leksono Widagdo.

Baca juga:  Pidato HUT ke-52 PDI Perjuangan, Megawati Singgung Polri Dimanfaatkan Golongan

Pelatihan secara intensif dan berkelanjutan diharapkan juga dapat mempertebal kepercayaan diri para relawan. Pengetahuan dan ketrampilan mereka diharapkan dapat terus berkembang. Sehingga dapat menjawab tuntutan tugas yang membutuhkan keteguhan mental namun tetap prosedural.

Kepala Markas PMI Kabupaten Semarang, Tri Astanto melaporkan sampai dengan menjelang akhir Semester I tahun 2026, PMI telah memberikan pelayanan pertolongan pertama pada 23 kasus kecelakaan lalu lintas. Pelayanan cepat tanggal itu diberikan sesuai prosedur guna mengurangi tingkat risiko cidera maupun fatalisme korban.

“Enam fasilitator pelatihan kali ini berasal dari PMI Jateng. Mereka telah memiliki sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” terangnya.

PMI Kabupaten Semarang telah memiliki seorang fasilitator Pertolongan Pertama bersertifikat. Selain itu juga ada relawan yang memiliki kemampuan psychology support program, water and sanitation hygienic dan lainnya. Mereka diberdayakan guna menularkan pengetahuan kepada relawan lainnya. “Kami dorong mereka memperoleh sertifikat profesi,” tuturnya.

Baca juga:  Pihak Sekolah Sosialisasikan Gemar Makan Ikan untuk Para Orang Tua Siswa SD

Salah seorang peserta pelatihan, Fahri Iqsan Nurhadi mengaku mendapat manfaat besar dari pelatihan.

“Membantu tugas Saya juga sebagai fasilitator PMR,” pungkasnya. (muz)




TERKINI




Rekomendasi

...