Sam’ani Ajak PKL Kudus Jaga Higienitas Makanan


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meminta seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Kudus untuk memperketat kebersihan dan higienitas dagangannya. Hal ini disampaikan usai menerima audiensi pengurus paguyuban PKL Kabupaten Kudus di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (25/4).

Sam’ani menekankan, pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan penerapan standar kesehatan saat berjualan. Langkah ini diperlukan agar masyarakat terhindar dari berbagai penularan penyakit.

‘’Pesan dari kami jaga kebersihan termasuk sampah, dikelola dan diwadahi yang baik. Termasuk dari segi higienis makanan. Kalau mencuci airnya harus yang mengalir. Jangan lupa pakai celemek, pakai sarung tangan, dan yang sedang batuk atau sakit harus memakai masker,’’ ujar Sam’ani.

Baca juga:  Polres Pati Siagakan 1.603 Personel untuk Amankan Pilkades Serentak April 2021

Selain faktor kesehatan, Pemkab Kudus juga mendorong para pelaku usaha informal ini untuk segera mengurus legalitas usaha. Pemkab memfasilitasi pembuatan sertifikasi halal gratis melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta pengurusan sertifikat layak sehat yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.


‘’PKL ini adalah sektor informal yang menopang ekonomi masyarakat. Dalam situasi kontraksi dampak ekonomi saat ini, teman-teman harus tetap kuat menghadapi. Terkait penataan, kita tata yang baik-baik saja. Yang penting ketertiban, kebersihan, dan keindahan tetap dijaga semuanya,’’ tambahnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Kabupaten Kudus, Mundtoha, menyambut baik dukungan penuh dari orang nomor satu di Kudus tersebut. Menurutnya, apresiasi dari bupati menjadi suntikan semangat bagi para pedagang yang saat ini sedang berjuang di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

Baca juga:  Plt Bupati Pati Terima Audiensi JMPPK

Mundtoha memaparkan bahwa saat ini para pedagang sedang menghadapi tantangan berat akibat kenaikan harga bahan baku yang terjadi secara perlahan namun konsisten. Kondisi ini otomatis menggerus keuntungan para PKL.

‘’Grafiknya menuju ke arah kenaikan harga. Secara tidak langsung memang mengurangi profit dan laba dari teman-teman. Sampai hari ini, teman-teman pedagang masih wait and see (menunggu dan melihat perkembangan). Kami belum berani menaikkan harga jual karena masih menunggu fluktuasi harga yang belum menentu,’’ pungkas Mundtoha. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...