JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus bersiap mencetak sejarah baru pada peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus, yang jatuh pada 23 September 2026 mendatang. Sebuah pertunjukan kolosal tari Lajur Caping Kalo yang melibatkan 477 penari, kini tengah dimatangkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus saat ini terus mengebut persiapan teknis, mulai dari penyusunan konsep hingga pemenuhan syarat administratif.
Kepala Disbudpar Kudus, Abdul Halil, menegaskan bahwa komunikasi intensif dengan pihak MURI dan pihak sponsor terus berjalan.
‘’Kami masih terus menggelar rapat dan berkoordinasi langsung dengan pihak MURI agar seluruh ketentuan yang dipersyaratkan dapat dipenuhi,’’ ujar Halil, baru-baru ini.
Sementara itu, pemilihan angka 477 penari bukan tanpa alasan. Jumlah tersebut disesuaikan secara filosofis dengan usia Kabupaten Kudus tahun ini. Angka ini juga dipastikan melampaui syarat minimal yang ditetapkan oleh tim MURI untuk kategori tari Lajur Caping Kalo terbanyak, yaitu minimal 250 peserta.
Meski kepastian tanggal pertunjukan masih bersifat dinamis karena menunggu finalisasi rangkaian acara dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Pemkab menjamin agenda ini akan menjadi salah satu suguhan paling meriah.
Selain misi pemecahan rekor MURI, perayaan Hari Jadi Kudus yang diperingati setiap tanggal 23 September ini juga akan diwarnai oleh berbagai hiburan rakyat dan agenda kebudayaan. Masyarakat Kudus dipastikan akan dihibur oleh konser gratis yang menghadirkan musisi nasional Charly Van Houten serta grup musik amat populer, Guyon Waton.
Tidak hanya pesta pora, Pemkab Kudus juga akan menggelar agenda reflektif berupa sarasehan sejarah. Acara ini akan mengupas tuntas asal-usul, sejarah, serta misteri di balik penetapan hari kelahiran Kota Kudus, yang selama ini kerap diperingati dalam dua momentum berbeda, yakni Ta’sis Menara Kudus dan Hari Jadi Kabupaten Kudus.
‘’Pada sarasehan sejarah itu, nantinya akan menghadirkan tiga narasumber yang dapat memecahkan sejarah hari kelahiran Kota Kudus,’’ pungkasnya. (han/rit)





