1.635 Pencaker Kudus Didominasi Lulusan SLTA


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus mencatat angka pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Kudus hingga Mei 2026 menembus 1.635 orang. Dari jumlah itu, mayoritas pendaftar didominasi oleh lulusan tingkat SLTA sederajat.

Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus, Catur Widiyatno, melalui Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja, Albertus Harys Yunanto, mengungkapkan bahwa dari total pencaker tersebut, lebih dari separuhnya sudah berhasil terserap ke dunia kerja.

‘’Dari jumlah 1.635 orang yang terdaftar hingga Mei, sebanyak 859 orang di antaranya saat ini sudah mendapatkan pekerjaan. Mayoritas dari mereka terserap di sektor industri pengolahan,’’ ujar Harys.

Baca juga:  Ganjar Numpang Makan di Rumah Warga, Pemilik Rumah Kebingungan

Kata Dia, Data internal menunjukkan, lulusan SLTA sederajat mendominasi pasar pencari kerja dengan angka mencapai 1.196 orang. Sektor industri pengolahan di wilayah Kudus masih menjadi magnet utama dan penopang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja lokal tersebut.


Menanggapi sisa pencari kerja yang belum mendapatkan tempat, Harys menjelaskan bahwa penuntasan masalah pengangguran tidak bisa bertumpu pada satu aspek saja. Menurutnya, ada banyak faktor saling mengikat yang memengaruhi keberhasilan penyerapan tenaga kerja di daerah.

‘’Mengatasi pengangguran itu melibatkan banyak faktor. Mulai dari laju pertumbuhan ekonomi daerah, tinggi rendahnya tingkat investasi yang masuk, kompetensi dari tenaga kerja itu sendiri, hingga fasilitasi pertemuan antara perusahaan dan pencaker seperti penyelenggaraan bursa kerja (job fair),’’ urainya.

Baca juga:  BPPW Jateng Luruskan Kabar Bangunan Pasar Kreatif Lasem yang Roboh

Namun, upaya mempercepat pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja tahun ini dipastikan menghadapi kendala tersendiri. Pemerintah Kabupaten Kudus dipastikan tidak menggelar agenda bursa kerja tahunan karena keterbatasan dana.

‘’Sayangnya, untuk tahun ini tidak ada alokasi anggaran yang dikucurkan untuk penyelenggaraan job fair,’’ pungkas Harys.

Kondisi ini menuntut dinas terkait untuk mengoptimalkan program pelatihan kompetensi guna mendongkrak daya saing para lulusan SLTA di pasar kerja yang ada. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...