JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG – Di tengah suasana sejuk lereng Pegunungan Menoreh, sebuah bangunan sederhana namun sarat sejarah berdiri di Desa Blondo, Kabupaten Magelang. Kapel Katolik Kristus Raja Blondo telah menjadi bagian dari perjalanan panjang kehidupan umat Katolik setempat selama lebih dari satu abad. Dari tempat inilah nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada sesama terus diwariskan lintas generasi.
Semangat itulah yang menjadi latar silaturahmi Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, bersama umat di Kapel Kristus Raja Blondo. Dalam kunjungan tersebut, Wibowo juga menyerahkan bantuan Alkitab cetakan tahun 2025 sebagai dukungan bagi kegiatan peribadatan dan pembinaan iman umat.
Wakil Ketua Wilayah Gereja Blondo, Ignatius Wisnu Binawan, menceritakan bahwa Kapel Kristus Raja memiliki sejarah panjang yang melekat dengan perkembangan masyarakat setempat.
Menurutnya, kapel tersebut telah berdiri sejak sekitar awal tahun 1900-an dan menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan umat Katolik di wilayah Blondo. Seiring perkembangan zaman, bangunan kapel mengalami perubahan, terutama ketika proyek pelebaran jalan dilakukan pada sekitar tahun 2000-an yang mengharuskan bentuk bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.
“Kapel ini sudah ada sejak sekitar tahun 1900-an. Kemudian pada era 2000-an mengalami perubahan bentuk karena adanya pelebaran jalan. Saat ini Kapel Kristus Raja Blondo berada di bawah Kevikepan Kedu, Keuskupan Agung Semarang,” ujar Wisnu.
Selain menjadi tempat ibadah, kapel juga menjadi ruang berkumpul warga untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Karena itu, pihak pengelola berharap ada dukungan untuk pengembangan fasilitas yang lebih luas bagi masyarakat.
Di area belakang kapel, kata Wisnu, masih tersedia lahan yang cukup luas dan direncanakan untuk pembangunan ruang publik atau *public space*. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kepemudaan, pendidikan karakter, pembinaan umat, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat lintas kelompok.
“Kami berharap ke depan ada perhatian untuk pembangunan public space. Lahan di belakang masih cukup luas dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kaum muda maupun jamaah kapel,” ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh perhatian dan pelayanan dari negara tanpa memandang agama maupun keyakinan.
Menurutnya, semangat kebangsaan yang diperjuangkan PDI Perjuangan selama ini adalah memastikan bahwa keberagaman menjadi kekuatan bangsa, bukan pembeda dalam memperoleh pelayanan negara.
“Fraksi PDI Perjuangan tidak pernah memberi batas berdasarkan agama dan keyakinan. Semua warga negara Indonesia memiliki kedudukan yang sama di hadapan negara. Aspirasi yang disampaikan umat Katolik di sini akan kami bawa dan sampaikan kepada pihak terkait, termasuk Kementerian Agama,” kata Wibowo.
Ia menambahkan bahwa bantuan Alkitab yang diberikan bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan bentuk dukungan terhadap kehidupan beragama yang sehat dan harmonis. Dengan tersedianya sarana peribadatan yang memadai, diharapkan umat dapat semakin mendalami ajaran agama dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bantuan Alkitab ini kami harapkan dapat mendukung kegiatan peribadatan dan membantu umat meningkatkan keimanan serta memperdalam nilai-nilai kebaikan yang diajarkan agama,” ujarnya.
Kabupaten Magelang sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kehidupan keberagaman yang tumbuh harmonis. Berbagai rumah ibadah dari beragam agama berdiri berdampingan dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, tokoh agama dan masyarakat di wilayah ini juga aktif membangun dialog serta kerja sama lintas iman.




