Polda Jateng Intensifkan Patroli Cegah Kreak dan Kejahatan Jalanan saat Akhir Pekan


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Polda Jawa Tengah mengintensifkan patroli dan operasi pencegahan guna mengantisipasi aksi kreak serta kejahatan jalanan kategori 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor) yang kerap terjadi pada malam akhir pekan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Anwar Nasir, mengatakan pihaknya menerjunkan sekitar 60 personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk memperkuat pengamanan di wilayah Kota Semarang.

Langkah serupa juga telah diperintahkan kepada seluruh satuan reserse kriminal di jajaran Polres se-Jawa Tengah.

“Kami telah memerintahkan seluruh Satreskrim jajaran untuk melakukan kegiatan serupa dalam rangka mengantisipasi kriminalitas, khususnya kreak dan 3C. Kegiatan ini dilakukan pada jam-jam rawan, mulai malam hingga pagi hari secara bergantian,” ujar Anwar, ditengah kegiatan pada Minggu (31/5/2026) dini hari.


Menurutnya, patroli dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menikmati suasana akhir pekan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan yang meresahkan warga.

Baca juga:  Polres Sukoharjo Siapkan Mentor AI untuk Pelajar

Dalam pelaksanaannya, petugas menyasar sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja maupun pelaku kejahatan jalanan. Polisi juga melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, seperti pesta minuman keras.

“Jika ditemukan kelompok yang sedang mengonsumsi minuman keras, kami datangi, lakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Jika tidak ditemukan unsur pidana, kami berikan pembinaan dan dipulangkan. Namun apabila ditemukan indikasi tindak pidana, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Dari hasil patroli yang dipimpinnya secara langsung, petugas menemukan sejumlah orang yang kedapatan mengonsumsi minuman keras. Sementara itu, tim patroli lainnya melaporkan situasi relatif aman tanpa temuan menonjol.

Anwar menegaskan, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan pada malam Sabtu dan malam Minggu, tetapi juga pada hari-hari lain berdasarkan analisis kerawanan yang dilakukan kepolisian.

“Kami membaca dan mempelajari pola kerawanan, kemudian menyebarkan personel untuk membackup Polres-polres yang membutuhkan penguatan pengamanan,” jelasnya.

Baca juga:  Sambut Ramadan, Masjid dan Bangunan ICK Diresmikan

Ia mengakui fenomena kreak sempat menjadi perhatian di sejumlah wilayah, seperti Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Magelang, dan Kendal. Beberapa kasus bahkan sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk menekan jumlah kreak. Kalau perlu, kami targetkan zero kreak di wilayah hukum Polda Jawa Tengah,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Anwar mengimbau masyarakat untuk turut berperan menjaga keamanan dan ketertiban dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi tindak pidana.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap menikmati suasana di Jawa Tengah dengan aman dan nyaman. Jika melihat atau mengetahui adanya tindak pidana, segera hubungi layanan 110. Kami sudah membentuk unit reaksi cepat yang siap merespons laporan masyarakat dan langsung mendatangi lokasi kejadian,” pungkasnya. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...