Pemdes Karangampel Telusuri Pembuang Limbah Sungai Santren


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Aliran Sungai Santren di sepanjang Jalan Lingkar Barat turut Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, ditemukan dipenuhi busa putih misterius. Selain mengeluarkan busa tebal, pencemaran ini diduga kuat telah menyebabkan ekosistem sungai rusak hingga membuat ikan-ikan di dalamnya mati massal.

Kepala Desa Karangampel, Supama, menjelaskan bahwa busa putih tersebut kembali muncul secara tiba-tiba setelah sempat hilang. Pihak pemerintah desa (Pemdes) memastikan busa tersebut bukan berasal dari aktivitas warga setempat.

‘’Kami sudah mengecek ke pengurus RT dan RW. Tidak ada warga kami yang membuang sampah atau limbah ke sana. Diduga ada oknum dari luar desa yang sengaja membuang limbah di sepanjang jalan lingkar,’’ ujar Supama.

Baca juga:  Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Kudus Masih Menunggu Kebijakan Pemerintah

Supama juga menyanggah dugaan awal yang menyebut zat tersebut murni limbah sedot tinja. ’’Kalau sedot WC itu tidak berbusa seperti itu. Ini kemungkinan besar mengandung bahan kimia,’’ tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemdes Karangampel meminta warga untuk ikut mengawasi area Sungai Santren. Jika ada oknum yang tertangkap basah membuang limbah, pihak desa akan langsung menangkap dan melaporkannya ke pihak berwajib.

‘’Kami akan telusuri, jika nanti tertangkap akan kami bawa ke pihak yang berwajib,’’ tegasnya.

Merespons keluhan tersebut, Pemerintah Kecamatan Kaliwungu bersama tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus melakukan pemeriksaan lokasi sunagi.

Plt Camat Kaliwungu, Dul Rokhim, mengungkapkan sebenarnya warga sudah melapor melalui kanal Lapor K1-K2 dan pengaduan langsung ditindaklanjuti pagi ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, limbah misterius tersebut merupakan campuran dari dua jenis material berbeda.

Baca juga:  Pererat Sinergitas, Forkopimda Kudus Gelar Olahraga Bersama

‘’Tadi pagi sudah dicek oleh teman-teman di lapangan. Ternyata itu merupakan limbah cucian truk ready mix (truk molen cor) dan truk sedot tinja,’’ ungkap Dul Rokhim.

Pihak kecamatan bersama Dinas PKPLH saat ini tengah memburu pelaku pembuangan liar tersebut. Petugas mengandalkan informasi dari masyarakat sekitar untuk mengidentifikasi kepemilikan truk yang sengaja membuang limbah ke aliran sungai.

‘’Jika pelaku berhasil ditemukan, pembinanan dan sanksi tegas akan segera diberikan sesuai aturan yang berlaku,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...