Gaduh di Medsos, Pelari Kalcer Dekat Rel Kereta Luruskan Fakta


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh unggahan video yang menampilkan sekelompok pelari di Kota Solo sedang berlari di dekat kereta api yang melintas di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Video tersebut memicu beragam reaksi netizen, bahkan memunculkan tudingan bahwa aksi itu berbahaya dan melanggar aturan lalu lintas. Menanggapi kegaduhan tersebut, salah satu sosok pelari dalam video tersebut akhirnya angkat bicara untuk meluruskan narasi yang beredar.

Adalah Darno, seorang pengusaha jersey asal Solo yang memang memiliki hobi lari. Pria yang akrab disapa Mas Darno ini menjelaskan bahwa aktivitas yang dilakukannya sebenarnya merupakan bagian dari tren “lari kalcer” (culture) yang biasa dilakukan warga lokal untuk menikmati estetika Kota Solo.

Menurut Darno, jalur di samping rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi sering kali menjadi pilihan karena areanya yang kosong dari kendaraan bermotor saat kereta melintas. Kondisi steril inilah yang dimanfaatkan para pelari untuk berolahraga dengan nyaman.


Baca juga:  Gubernur Tantang Atlet Paralympic Jateng Cetak Prestasi Dunia

“Sebenarnya bagi warga Solo, lari di samping rel kereta itu hal yang lumrah. Banyak atlet profesional dari Solo juga latihan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Jalur itu kami manfaatkan karena kosong, tidak mungkin ada sepeda motor yang masuk ke jalur kereta saat itu,” ujar Darno.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utamanya berlari murni untuk menjaga kebugaran tubuh, sementara dokumentasi foto atau video hanyalah bonus untuk konten di media sosial. Darno membantah keras anggapan bahwa dirinya sengaja menantang bahaya atau melawan arus kereta demi sebuah konten viral.

“Kami ini mencari sehat, tidak mungkin sengaja menantang kereta. Video yang viral itu diambil dari sudut pandang orang lain yang mungkin melihat momen itu tidak biasa, sehingga terkesan berbahaya. Padahal bagi kami, ini kegiatan rutin yang biasa dilakukan bersama teman-teman setelah subuh,” tambahnya.

Menyikapi polemik yang semakin liar di jagat digital, Tigor selaku kuasa hukum Darno dan komunitasnya, turut memberikan klarifikasi dari sudut pandang etika digital. Tigor menyayangkan adanya penggiringan opini negatif tanpa adanya verifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang bersangkutan.

Baca juga:  Bupati Sukoharjo Etik - Agus Prioritas Utama Turunkan Covid dan Pemulihan Ekonomi

“Poin utamanya adalah kami ingin menyampaikan informasi yang berimbang. Kami mendorong netizen, konten kreator, hingga media untuk lebih disiplin digital. Jangan sampai sebuah video yang sebenarnya biasa saja, dibumbui dengan narasi tidak berdasar sehingga terkesan klien kami menantang kereta,” tegas Tigor.

Lebih lanjut, Tigor menyampaikan bahwa pihak pelari kalcer berharap akun-akun yang menyebarkan video dengan narasi keliru tersebut dapat segera melakukan klarifikasi, menghapus unggahan (take down), atau menyampaikan permohonan maaf guna membersihkan jejak digital kliennya.

Terkait langkah hukum, pihak penasihat hukum menyatakan masih melakukan pertimbangan dan belum mengambil tindakan tegas seperti somasi. Fokus utama saat ini adalah memberikan edukasi dan perimbangan informasi agar masyarakat memahami fakta yang sebenarnya di lapangan. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...