Fasilitas Lengkap, PPPI Delingan Menuju Terbaik di ASEAN


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menyambut positif rencana pembangunan tahap kedua Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kepastian kelanjutan proyek ini diperoleh setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi tersebut pada Senin (15/6).

Pembangunan tahap kedua yang dijadwalkan mulai tahun ini menelan anggaran sebesar Rp407,44 miliar. Fasilitas baru yang akan dibangun meliputi gedung edukasi, skybridge, skywalk, serta gedung olahraga multifungsi untuk workshop kursi roda, ruang fitnes, laboratorium sport science, hingga berbagai lapangan cabang olahraga (cabor) seperti basket, padel, voli duduk, goal ball, para catur, dan sepeda statis.

Baca juga:  Gibran Instruksikan Tracing Klaster Bukber Diperlebar

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan seluruh fasilitas tambahan ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun melalui perpanjangan kontrak dengan kontraktor lama.

“Bismillahirrohmanirrohim dalam tahun ini akan kita bangun. Pembangunan total semua mungkin sekitar setahunan,” ujar Dody.


Dody juga menambahkan bahwa pembangunan skybridge dan skywalk sangat krusial untuk menunjang aksesibilitas para atlet disabilitas. Sementara itu, rencana pembangunan gedung asrama kedua ditunda terlebih dahulu demi memprioritaskan gedung edukasi sesuai kebutuhan mendesak NPC Indonesia.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen Kementerian PU. Menurutnya, kelengkapan fasilitas di PPPI Delingan ini akan meletakkan standar baru bagi pembinaan atlet disabilitas di tanah air.

Baca juga:  Vaksinasi Tahap Pertama di Solo Digelar Mulai Pekan Kedua Januari

“Harapan kami, apabila sudah dilanjutkan pembangunan tahap kedua, PPPI Delingan bisa semakin banyak mengakomodir cabang-cabang olahraga. Fungsi PPPI Delingan sebentar lagi statusnya akan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Pelatihan, sport science, pendidikan, semua akan ada di sini,” pungkas Rima. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...