Film Karya Siswa SMK SYUBBANUL WATHON Magelang Tembus 7 Festival Film Nasional Sepanjang Tahun 2025


JATENGPOS.CO.ID-Kabar menggembirakan dari salah satu sekolah berbasis pesantren, berhasil meraih prestasi tingkat nasional. SMK Syubbanul Wathon jurusan Desain Komunikasi Visual memproduksi film pendek “Memar”. Film tersebut merupakan hasil karya siswa Praktik Kerja Lapangan 3 bulan yang lalu. Film “Memar” sukses menembus 7 Festival Film Nasional bergengsi sepanjang tahun 2025.

Film yang disutradarai oleh Aidha Ashadi berhasil menorehkan keberhasilannya dan terpilih sebagai Official Selection kategori pelajar, meliputi Festival Film Lampung 2025, Jagad Festival Film 2025, Jofafest 5, Lawang Sewu Short Film Festival 2025, Polimedia Film Festival 2025, Sumedang Short Film Festival 2025, dan Anak Nagari Film Festival 2025.

Official Selection kategori pelajar.

Sebagai sutradara, Aidha Ashadi menjelaskan bahwa meskipun belum ada prestasi spesifik yang diraih tahun ini, namun pencapaian berhasil masuk tahap seleksi juri 7 kali dari 21 festival film yang diikuti. Ini merupakan bentuk apresiasi karya pelajar.

Baca juga:  Puluhan Siswa SMP Negeri dan Swasta Ikuti Pelatihan Menulis Cerpen

“Proses memproduksi film ini memakan waktu yang cukup Panjang, dari pencetusan ide dan kesepakatan crew sampai film layak ditonton kurang lebih 4,5 bulan”, ujar Aidha Ashadi.


Aidha menceritakan bahwa manajemen waktu menjadi tantangan yang dialami selama proses produksi film. Meski menjadi siswa yang tinggal di pesantren, kami harus bisa memanajemen waktu kegiatan pesantren, akademik sekolah, dan proses syuting. Selama proses syuting yang hanya dilakukan di lingkungan sekitar pondok, Aidha beserta tim produksi memanfaatkan setting tempat dan merekayasa sekreatif mungkin. Ia tetap memaksimalkan produksi film “Memar” dengan penuh semangat.

Ketika ditanya apa harapannya setelah memproduksi film “Memar” Aidha mengatakan bahwa penonton film dapat memahami pentingnya pencegahan bullying yang terjadi di lingkungan sekitar, bukan hanya di sekolah. “Harapannya setelah meraih penghargaan yaitu tetap berkarya dan belajar lebih banyak untuk menjadi pelajar yang lebih baik, karena negeri yang baik berasal dari pelajar yang baik”, ujar Aidha Ashadi dengan penuh percaya diri.

Baca juga:  Wirakarya: Pengabdian Siswa SMA Pradita Dirgantara di Jantung Desa Kembangsari

Keberhasilan film “Memar” menjadi bukti bahwa keterbatasan lokasi syuting bukan menjadi penghalang para siswa SMK Syubbanul Wathon untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya dalam bidang sinematografi, meskipun tinggal di pesantren.

Oleh : Aqela Nurus Salwa (Pemenang Creative News Challenge Phase 2)


TERKINI

Rekomendasi

...