JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kebakaran yang dipicu ledakan terjadi di ruang laboratorium/produksi PT Raw Botanical di Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (1/6/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka yang merupakan karyawan PT Raw Botanical.
Kapolsek Semarang Barat Kompol Aliet Alphard menerangkan, laporan terkait kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang pada pukul 10.05 WIB dari seorang pelapor bernama Sharul.
“Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas dari Pos Ngaliyan segera diberangkatkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 10.25 WIB dengan waktu respons sekitar 15 menit,” katanya, dilokasi kejadian, Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan keterangan saksi bernama Dimas, kebakaran diduga dipicu ledakan di area produksi PT Raw Botanical.
“Saksi lainnya bernama Aan, yang berada tepat di depan lokasi kejadian, mengaku mendengar dua kali suara ledakan yang kemudian disusul teriakan minta tolong dari dalam pabrik,” tandasnya,
Kompol Aliet menegaskan, untuk penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan lanjutan yang saat ini telah di tangani Tim Inafis Polrestabes Semarang.
Ditempat yang sama, Bambang Setiawan Koordinator Lapangan Damkar Kota Semarang menerangkan, setelah menerima laporan, petugas pemadam segera menuju lokasi.
“Saat tiba, kobaran api telah berhasil dikendalikan sehingga petugas melanjutkan proses pendinginan yang berlangsung sekitar dua jam hingga selesai pada pukul 12.00 WIB,” terangnya.
Adapun personel yang diterjunkan dalam operasi penanganan kebakaran sebanyak 22 orang dengan dukungan lima unit armada serta pelengkap keamanan lainya.
“Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.500 meter persegi dengan ukuran kurang lebih 30 meter x 50 meter. Kerugian material masih dalam proses pendataan, namun diketahui area produksi mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut,” jelasnya.
Terkait jumlah korban, data sementara mencatat ada delapan orang mengalami luka-luka, sementara satu korban meninggal dunia diketahui bernama Brian, laki-laki, berusia sekitar 30 tahun.
“Usai dilakukan pemadaman dan pendinginan, petugas menyelesaikan pendataan hingga pemantaun dalam keadaan aman dan terkendali,” pungkasnya. (ucl/rit)



