JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) mulai memberikan pembekalan bagi 1.640 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026, Rabu-Kamis (1–2/7) di Gedung Auditorium UMK. Dalam pembekalan tersebut mengangkat fokus utama kolaborasi penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) demi mewujudkan desa mandiri dan berkelanjutan.
Sebanyak 1.532 mahasiswa akan disebar di 132 desa yang mencakup 9 kecamatan di Kabupaten Kudus. Sementara itu, 108 mahasiswa lainnya diterjunkan untuk mengabdi di 9 desa di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
Selama masa pembekalan, ribuan mahasiswa itu dibekali materi pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa, hingga strategi pemetaan potensi wilayah. Mahasiswa juga diperkuat dengan pemahaman etika bermasyarakat dan komunikasi publik agar program kerja yang disusun tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Rektor UMK, Prof. Darsono, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan mata kuliah wajib. Program ini merupakan wadah nyata mahasiswa, untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan serta membangun karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial.
‘’KKN adalah momentum bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ilmu di bangku kuliah dapat memberikan manfaat nyata. Kehadiran mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar menjalankan program akademik,’’ tegas Prof. Darsono.
Lanjutnya, tema KKN tahun ini diselaraskan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu dorongan bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan kontribusi riil di masyarakat.
‘’Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya, mahasiswa diharapkan membawa inovasi langsung dalam peningkatan kualitas hidup warga,’’ pungkasnya. (mas/han/rit)



