Nguri-uri Budaya, Sakral Gelar Jamasan dan Serahkan Bakal Keris Pusaka Salatiga

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Para pecinta tosan aji Salatiga yang tergabung dalam Salatiga Keris Ageman Lestari ( Sakral) menggelar jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, Prasasti Plumpungan, Kamis( 2/7/2026).

Selain jamasan, juga ada penyerahan secara simbolis bakal bahan yang akan dibuat sebagai pusaka Kota Salatiga oleh Empu Ridwan, empu muda dari Tuntang. Dhapur atau jenis pusaka yang akan dibabar yaitu keris Karno Tinanding dan sebuah tombak dengan pamor wengkon.

Bakal pusaka itu diserahkan oleh Ketua Sakral Nyoto Yulianto kepada Asisten I Pemkot Salatiga Muh. Nasirudin mewakili Wali Kota Salatiga Robby Hernawan. Oleh Nasirudin bakal pusaka itu kemudian diserahkan kepada Empu Ridwan dengan pesan untuk dibuat pusaka.

Sementara itu, jalannya prosesi jamasan berlangsung khidmad. Disaksikan ratusan tamu undangan dari Pemkot Salatiga, DPRD Salatiga, Kapolsek Sidorejo, perwakilan dari Kodim, tokoh agama, tokoh masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga didukung oleh para generasi muda dari komunitas pecinta budaya.

Prosesi diawali dari barisan prajurit bregodo pembawa tombak pusaka mastoko yang dipimpin Ki Denis beserta pengiring. Tombak pusaka dikirab di area halaman museum menuju lokasi jamasan dengan cucuk lampah Ki Andi Mangkukusuman.

Setelah kirab pusaka oleh bergodo, tombak pusaka diserahkan kepada tim penjamas yang terdiri dari Ki Bayu Saputra, Ki Siswanto dan Ki Sigit. Sebelum dijamas, terlebih dahulu dilakukan doa keselamatan oleh Ki Bayu Saputro.

Baca juga:  Gus Yasin Ajak Banyak Pihak Wujudjkan Pesantren Ramah Anak

Sebelum dijamas, para tamu undangan dari Pemkot, TNI, Polri dan tokoh masyarakat diberi kesempatan untuk menyiram tombak dengan air kendi yang berisi air Perwitasari atau berasal dari tujuh sumber mata air.

Tombak era Mataram itu kemudian dijamas, dibasuh dengan air kembang yang dambil dari tujuh mata air di Salatiga.
Tak ketinggalan, sejumlah ubo rampe tumpeng dan jajan pasar disajikan sebagai pelengkap prosesi jamasan, juga dupa dan kemenyan terus mengepul menambah kesakralan prosesi.

Setelah prosesi jamasan tombak pusaka selesai, selanjutnya diserahkan kembali dari tim penjamas kepada ketua bergodo. Tombak dikirab lagi untuk diserahkan kepada pembina Sakral, Hartoko yang juga anggota DPRD Salatiga untuk kemudian ditempatkan di lokasi semula.

Tidak hanya tombak pusaka saja yang dijamas, puluhan keris dan tosan aji lainnya milik anggota Sakral dan juga milik warga masyarakat juga turut dijamas oleh tim penjamas.

Tim Sakral Salatiga ( foto: dekan/ jatengpos)

Wali Kota Salatiga dr Robby Hernawan Sp.O.G melalui Asisten I, Muh. Nasirudin memberikan apresiasi kepada Sakral yang sudah menggelar jamasan, sebagai bentuk nguri- uri budaya. Jamasan menurut Nasirudin, tidak hanya sekedar prosesi, tetapi juga sebagai bentuk melestarikan warisan budaya nenek moyang yang adi luhung.
” Kami berharap tradisi jamasan ini terus dilestarikan, sebagai aset budaya Salatiga dan tentunya sebagai bentuk pelestarian budaya dan kami berharap bisa mejadi agenda tahunan,” katanya.

Baca juga:  Perum Jasa Tirta 1 Sosialisasi Pelestarian Kawasan Danau Rawa Pening

Sementara itu, salah seorang pembina Sakral Hartoko Budiono mengucapkan rasa syukurnya karena acara jamasan pusaka berlangsung lancar. Ia juga menegaskan acara jamasan ini sebagai bentuk pelestarian budaya agar tidak tergerus dan punah oleh gempuran moderninasi saat ini.” Prinsipnya nguri- uri budaya,” ujar anggota DPRD Salatiga ini.

Sementara, Ketua Panitia, Krisna Pradipta, mengatakan bahwa jamasan bukan sekadar membersihkan benda pusaka secara fisik, melainkan juga menjadi momentum refleksi diri.

“Jamasan bukan hanya bertujuan membersihkan dan merawat benda pusaka agar tetap lestari, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk membersihkan hati dan diri dari hal-hal yang kurang baik. Melalui tradisi ini, kita diajak menjaga nilai-nilai kebajikan, menghormati warisan leluhur, dan terus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Krisna.Ia juga menegaskan masyarakat patut berbangga, karena keris sudah diakui oleh PBB ( Unesco) sebagai warisan budaya dunia.( deb)


TERKINI

Rekomendasi

...