Furnitur dan Craft Dibalut Seni Budaya Perkuat Ikon Surakarta


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, meninjau langsung penyelenggaraan Sri Kayu Furni Fest 2026 di Sentra IKM Sri Kayu, Kelurahan Gilingan, Minggu (5/7). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan festival yang digelar selama tiga hari, 4–6 Juli 2026, dengan mengusung tema “Smart and Sustainable Living” sebagai bagian dari Road to Interfex 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid mengapresiasi pameran yang tidak hanya menampilkan produk furnitur dan kerajinan kayu karya pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), tetapi juga menghadirkan pertunjukan tari dan fashion show anak-anak dari Loka Tari Art.

“Perpaduan antara industri kreatif dan seni budaya menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat identitas Kota Surakarta sebagai Kota Budaya,” ujar Wawali Astrid.

Astrid menilai industri kreatif dan seni budaya di Kota Solo dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Keberadaan Sentra IKM Sri Kayu di Gilingan memiliki peran penting sebagai ruang promosi sekaligus etalase perkembangan industri furnitur.


Baca juga:  Grebeg Suran Baturan, Njeng Sunan Tampilkan Seni dan Budaya Islam Jawa Doakan Indonesia

Melalui ruang ini, masyarakat tidak hanya dapat melihat kualitas produk, tetapi juga perkembangan desain furnitur dari masa ke masa yang terus mengikuti kebutuhan zaman. Banyaknya sentuhan seni khas Solo menjadi keunikan sekaligus nilai tambah produk furnitur yang dihasilkan di Sri Kayu.

Ia menilai berbagai model furnitur yang dipamerkan memiliki karakter kuat dan tidak kalah dengan produk luar negeri. Bahkan, banyak pelaku IKM di Sri Kayu yang sudah berhasil menembus pasar ekspor karena keunikan desain yang bernilai seni tinggi tersebut menjadi daya tarik utama bagi pasar lokal, nasional, hingga internasional.

Untuk menjaga keberlanjutan industri furnitur di Kota Solo, Astrid berharap kegiatan promosi seperti Sri Kayu Furni Fest dapat terus diselenggarakan secara rutin. Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk semakin aktif memanfaatkan media digital dan media sosial sebagai sarana promosi, seperti menampilkan katalog produk yang lebih lengkap, berbagai kategori furnitur, hingga karya para desainer.

Baca juga:  Dianggap Anak Sendiri, Gubernur Ahmad Luthfi Antar Jenazah Wakil Bupati Klaten ke Pemakaman 

Sri Kayu Furni Fest 2026 sendiri menghadirkan puluhan pelaku IKM furnitur dan kerajinan kayu dengan beragam produk interior maupun eksterior. Selain pameran, festival ini diisi dengan talkshow, workshop, temu bisnis, hiburan, serta berbagai pertunjukan seni sebagai upaya memperkuat promosi industri furnitur Kota Surakarta menuju pasar global.

Pada pelaksanaan hari kedua, festival ini juga menggelar Pelatihan Memulai Wirausaha Furniture dan Home Dekor dari Nol tanpa modal. Ketua Panitia Sri Kayu Furni Fest 2026, Awang Herawan, mengatakan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh 30 orang peserta dari masyarakat umum dan mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, para peserta mempelajari cara memulai usaha dengan modal minim. Selain itu, mereka diperkenalkan dengan faktor iklim industri serta proses produksi menggunakan alat-alat mesin, sehingga masyarakat luas menjadi lebih tertarik untuk memulai usaha di bidang furnitur maupun dekorasi rumah. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...