JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Event lari lintas alam Siksorogo Ring of Lawu 2026 siap digelar 25–26 Juli 2026. Pendaftaran telah ditutup sejak jauh hari dengan jumlah peserta yang membludak hingga hampir 4.000 pelari.
Penasihat Komunitas Siksorogo Toni Hatmoko menjelaskan, Ring of Lawu merupakan upaya melestarikan tradisi warga lereng Gunung Lawu. Pada bulan Suro, masyarakat terbiasa berjalan mengelilingi gunung. Tradisi itu kemudian dikemas menjadi event olahraga.
“Tahun ini start dimulai dari Wonder Park Tawangmangu. Target awal kami 3.500 pelari, tetapi animo masyarakat sangat tinggi sehingga yang terdaftar hampir mencapai 4.000 orang,” kata Toni, Rabu (6/7/2026).
Toni memproyeksikan kehadiran peserta akan membawa multiplier effect besar bagi Tawangmangu. Setiap pelari umumnya datang bersama keluarga, kerabat, maupun teman.
“Kami yakin yang hadir di Tawangmangu kurang lebih 10.000 orang. Dengan jumlah itu, penginapan, vila, glamping, UMKM, kuliner, semuanya akan hidup,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah tekanan inflasi dan daya beli yang menurun, event ini menjadi penggerak ekonomi warga sekitar Gunung Lawu. Tahun lalu peserta Ring of Lawu tercatat 2.100 orang. Kenaikan signifikan tahun ini menunjukkan antusiasme publik terhadap sport tourism di Karanganyar.
Sebagai komunitas, Siksorogo tidak berorientasi profit. Fokusnya adalah pemberdayaan masyarakat sekitar melalui keterlibatan sebagai panitia maupun pelaku usaha.
Menarik pelajaran dari event sebelumnya, panitia tahun ini memperketat kualifikasi peserta demi keselamatan. Untuk kategori 50 kilometer, pelari wajib pernah menyelesaikan lomba maraton 42 kilometer, baik trail maupun road, dengan catatan waktu di bawah 6 jam. Ketentuan serupa juga diterapkan pada kategori 21 kilometer dan 10 kilometer.
Selain syarat kesehatan dan penandatanganan waiver, seleksi ini membuat sejumlah pendaftar tidak lolos. Pengecualian hanya untuk kategori 5 kilometer fun run yang terbuka untuk umum.
“Persyaratan kesehatan mutlak. Tahun ini kami juga menggandeng BPJS sebagai asuransi keolahragaan. Selain itu ada dukungan dokter dan rumah sakit untuk kontrol kesehatan saat pelaksanaan,” jelas Toni.
Panitia berharap seluruh rangkaian berjalan sukses. Peserta Ring of Lawu juga akan mendapat wild card otomatis untuk mengikuti Siksorogo Lawu Ultra yang dijadwalkan pada Desember 2026.
Dengan konsep pelestarian budaya, olahraga, dan pariwisata, Siksorogo Ring of Lawu diharapkan terus menjadi ikon event lari yang menggerakkan ekonomi masyarakat lereng Gunung Lawu. (yas/rit)





