Dinas Sosial Kudus Salurkan Bantuan Modal KUB


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus melalui Dinas Sosial P3AP2KB menyalurkan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUB) senilai total Rp300 juta secara simbolis, untuk 15 kelompok usaha yang tersebar di lima kecamatan, di kantor Dinas Sosial setempat, Jumat (10/7).

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyerahkan langsung bantuan sebesar Rp20 juta per kelompok tersebut secara simbolis. Bantuan tersebut untuk 15 KUB di wilayah Kecamatan Dawe, Gebog, Jekulo, Kaliwungu, dan Kota.

‘’Sumber anggaran bantuan stimulan ekonomi itu berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah,’’ ungkap Sam’ani.

Sam’ani menegaskan agar pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinas Sosial mengawal ketat pemanfaatan dana ini. Langkah tersebut penting agar modal tidak habis begitu saja untuk keperluan konsumtif.


Baca juga:  Dishub Kudus Tegaskan Tarif Parkir Harus Sesuai Perda

‘’Jangan sampai setelah hewan ternak atau modal dijual, usahanya hilang. Modal harus bergulir terus. Kalau ternak sudah beranak, silakan anaknya dijual, tapi induknya dipertahankan agar volumenya bertambah,’’ ujar Sam’ani.

Sementara Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno mencatat penerima bantuan tersebar di Kecamatan Dawe sebanyak 5 KUB, Gebog 4 KUB, Jekulo 3 KUB, Kaliwungu 2 KUB, dan Kota (1 KUB).

‘’Setiap kelompok beranggotakan 10 orang yang masuk dalam kategori kesejahteraan desil 1-4,’’ jelasnya.

Sementara penerima bantuan tersebut, kata Dia, mulai dari jasa cuci kendaraan, katering, hingga peternakan ayam, itik, kambing, dan domba. Kelompok disabilitas di Kecamatan Kota yang memproduksi minuman herbal juga turut menerima bantuan ini.

Baca juga:  Aturan Baru ! Pilkades Satu Calon, BPD dan Panitia Tetapkan Kades Lewat Musyawarah Mufakat

Menurutnya, bahwa seluruh penerima manfaat merupakan kelompok perintis yang sudah memiliki embrio usaha. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkesinambungan.

‘’Kami harapkan setelah adanya bantuan ini, kesejahteraan masyarakat meningkat,’’ imbuhnya.

Salah satu penerima manfaat asal KUB Desa Besito Kecamatan Gebog, Rifan, menyambut baik bantuan modal tersebut. Rifan yang sudah merintis usaha ternak domba selama 5 tahun mengaku dilarang menggunakan dana untuk perbaikan fisik kandang.

‘’Uang ini akan kami gunakan untuk menambah bibit domba, membeli obat-obatan, dan mesin pencacah rumput agar operasional mencari pakan lebih ringan,’’ pungkas Rifan. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...