JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membenahi infrastruktur penanganan banjir. Tahun ini, Pemkab Kudus menggelontorkan anggaran hampir Rp10 miliar, untuk membangun puluhan titik drainase strategis guna mengurangi durasi genangan air di wilayah perkotaan.
Salah satu proyek utama yang sedang berjalan terletak di Ruas Jalan Wahid Hasyim-Jalan Dr. Wahidin, dengan Nomor Kontrak 602/KONTRAK/PPK/03.06-02/TBD/P/2026 per 30 Juni-27 Oktober 2026. Proyek senilai Rp2,25 miliar ini dilaksanakan oleh CV. Cinta Damai dengan waktu pekerjaan 120 hari kalender.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, mengatakan, drainase di Jalan Wahid Hasyim ini diproyeksikan mampu menyedot genangan air, mulai dari perempatan Gang 4 ke arah barat. Aliran air ini nantinya akan dibuang langsung menuju hilir di Sungai Gelis.
‘’Harapan kita, proyek ini mengurangi genangan yang ada dari perempatan Gang 4 ke barat, sehingga otomatis mengurangi beban genangan yang selama ini kerap melanda Jalan Ahmad Yani,’’ ujar Harry Wibowo saat ditemui di lokasi peninjauan.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada sisi sebelah utara jalan dengan memasang konstruksi beton pracetak modern yakni U-Ditch dengan ukuran 60–80 sentimeter untuk saluran terbuka. Lalu Box Culvert ukuran 60–80 sentimeter untuk saluran persilangan.
Kendati, Harry meminta pihak kontraktor untuk melakukan percepatan pembangunan, sehingga tidak masuk sampai musim penghujan,’’Kami berharap pengerjaan bisa dipercepat dari jadwal agar nilai manfaatnya bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat luas,’’ tegas Harry.
Harry menambahkan, selain Jalan Wahid Hasyim, Dinas PUPR Kudus juga sedang menggarap proyek drainase serupa di beberapa lokasi lain. Seperti di ruas Jalan Asnawi hingga kawasan Universitas Muria Kudus (UMK) yang akan segera dimulai dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 30 titik proyek drainase yang tersebar di wilayah Kudus. Total anggaran yang dialokasikan mencapai hampir Rp10 miliar, bersumber dari Program Hibah Jalan Daerah (PHJD/PHJT) sebesar Rp7 miliar dan ditambah dari APBD murni.
‘’Saat ini, sekitar 60 persen dari total paket pekerjaan telah resmi berkontrak dan mulai berproses. Sisanya masih dalam tahap penyesuaian sistem pengadaan barang dan jasa e-Katalog versi 6 yang baru diterapkan tahun ini,’’ paparnya.
Pihaknya mengimbau, seiring berjalannya proyek, pengguna jalan untuk memaklumi adanya penyempitan jalur lalu lintas di sekitar lokasi galian. Media massa dan masyarakat diharapkan saling bekerja sama membagikan informasi agar para pengendara dapat mengantisipasi gangguan arus lalu lintas selama masa konstruksi berlangsung.
‘’Kalau untuk menghilangkan banjir secara total belum bisa, mohon maaf. Tapi target realistis kita adalah mengurangi durasi genangannya secara signifikan, sehingga pelayanan publik ke depan jauh lebih baik dan cepat,’’ pungkas Harry. (han/rit)





