Tangis Haru Istri Satlinmas Gugur di Merti Dusun Saat Terima Santunan dari Bupati Semarang


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Tangan lemah Surat (62) bergetar saat menerima amplop cokelat itu. Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. Senin (20/7/2026) pagi tadi, di halaman Markas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang di Ungaran. Janda anggota Satlinmas Ambarawa itu menerima santunan Jaminan Kematian dan Kecelakaan Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan.

Uang itu datang setelah kepergian suaminya, Sriyono (66), yang gugur saat menjalankan tugas. Sriyono bukan nama asing di Baran Dukuh, Kecamatan Ambarawa. Setiap ada hajatan, kerja bakti, atau pengajian, dialah yang paling depan mengatur parkir dan menjaga keamanan.

Hari terakhirnya, ia bertugas mengamankan acara Merti Dusun di kampungnya sendiri. Tugas mulia yang biasa ia lakukan dengan ikhlas. Tapi takdir Ilahi berkata lain. Bagi Surat, kepergian suaminya meninggalkan luka. Adanya santunan hari ini ia sangat bersyukur ada yang tergerak berusaha mengobati dukanya.


“Saya tidak menyangka masih ada yang peduli. Terima kasih atas perhatiannya dengan santunan ini,” ucap Surat lirih, suaranya pecah di sela isak.

Bagi Surat, uang santunan itu akan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan cicilan. Tapi yang lebih penting, ia merasa pengabdian suaminya tidak dilupakan.

Baca juga:  Ngesti Nugraha Ajak Warga Jadikan Wayang Tontonan juga Tuntunan

“Saya bangga. Pakde (almarhum Sriyono, red) dulu tugasnya jaga orang. Sekarang orang-orang yang jaga beliau,” ungkapnya lirih.

Hari itu, ia bukan satu-satunya. Ada 19 ahli waris Satlinmas lain yang berdiri di barisan depan. Total santunan yang diserahkan mencapai Rp874 juta.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, didampingi Wakil Bupati Hj. Nur Arifah dan Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY, Cahyaning Indriasari.

Turut menyaksikan Sekda Valeanto Sukendro, anggota DPRD Mahfud Nofani, Kepala Satpol PP Damkar Anang Sukoco, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran Mulyono Adi Nugroho.

Momen haru itu berbarengan dengan apel besar 800 anggota Satlinmas se-Kabupaten Semarang. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Ngesti. Di hadapan pasukan, Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bakti pasukan Satlinmas.

“Peran Bapak Ibu sekalian sangat luar biasa. Satlinmas bisa hadir di acara apa pun. Mulai dari hajatan, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan lainnya untuk menjaga ketertiban umum,” kata Ngesti Nugraha, suaranya menggema di lapangan.

Ia menegaskan, tahun ini Pemkab Semarang tetap memberikan dua bentuk penghargaan, yakni insentif dan jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga:  Bagikan Bantuan Sembako, Dirut PDAM Kabupaten Semarang Didampingi FKP

“Ini bentuk penghargaan kami. Dan ini bisa terlaksana karena dukungan penuh dari DPRD,” tambahnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar, Anang Sukoco, melaporkan tahun ini ada 7.622 anggota Satlinmas yang menerima insentif. Masing-masing mendapat Rp500 ribu per tahun.

“Ini tahun kelima program insentif berjalan dan sudah jadi percontohan nasional. Sementara jaminan BPJS Ketenagakerjaan ini masuk tahun kedua,” lapor Anang.

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Cahyaning Indriasari menghargai langkah perlindungan anggota Satlinmas. Menurutnya, santunan ini bukan sekadar angka.

“Kami menghargai langkah Pemkab Semarang yang melindungi para penjaga desa. Santunan ini adalah bentuk negara hadir saat keluarga ditinggalkan,” ujarnya.

Saat apel itu, dari 800 personil Satlinmas ada 19 kursi kosong yang diwakili ahli waris. Mereka adalah bukti bahwa menjadi Satlinmas bukan sekadar jaga ronda. Ini soal pengabdian. Soal rela meninggalkan keluarga demi mengamankan acara orang lain.

Dan hari ini, negara menjawab pengabdian itu dengan cara yang paling manusiawi, hadir saat duka. Karena di akhir cerita, yang diingat bukanlah berapa insentif yang diterima. Tapi siapa yang meneteskan air mata saat nama almarhum disebut. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...