Kudus Sukses Tekan Stunting Hingga 3,7 persen


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) terus bergerak masif, dalam memerangi kasus stunting. Upaya berkelanjutan ini membuahkan hasil luar biasa dengan merosotnya angka stunting secara signifikan di Kabupaten Kudus, dari yang semula 13 persen kini menyusut tajam menjadi 3,7 persen.

Meski mencatatkan penurunan yang drastis, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengendurkan pengawasan. Berdasarkan surat edaran dari tingkat provinsi, TP PKK Kabupaten Kudus kini meluncurkan kembali gerakan tanggap stunting yang dikenal dengan program ‘Genting’ demi memastikan angka stunting terus ditekan di setiap wilayah.

‘’Penurunannya memang terlihat jelas dari persentase tersebut. Namun, kita harus tetap terus mengupayakan penanganan ini secara berkelanjutan,’’ ujar Endhah, disela-sela meninjau anak yang mengalami stunting di wilayah Kecamatan Jati, Rabu (22/7).

Baca juga:  Ribuan Warga Kudus Kehilangan Status Peserta PBI JKN Pusat

Sambung Endha, salah satu fokus intervensi saat ini tengah berjalan di Kecamatan Jati, bekerja sama dengan tim medis dan bidan dari Rumah Sakit Mardi Rahayu. Kata Dia, saat sekarang terdapat enam anak di wilayah Kecamatan Jati yang masuk dalam program pendampingan intensif selama tiga bulan penuh untuk mendongkrak status gizi dan tumbuh kembang mereka.


Perkembangan berkala dipantau ketat setiap bulan. Setiap kali anak-anak tersebut datang ke pos pelayanan, tim medis langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, hingga lingkar lengan. Hasilnya, intervensi ini menunjukkan progres yang sangat signifikan.

Endhah mengungkapkan bahwa tantangan penanganan stunting di lapangan sangat bervariasi. Stunting tidak melulu disebabkan oleh masalah kemiskinan atau kurangnya pemberian makanan, melainkan ada faktor eksternal seperti penyakit bawaan lahir pada anak.

Baca juga:  Satlantas Polres Kudus Gencarkan Sosialisasi dan ETLE

Selain pemeriksaan kesehatan rutin, TP PKK juga mengedukasi para ibu untuk lebih kreatif dalam menyiasati anak yang sulit makan atau menolak minum susu formula. Ibu-ibu diajarkan untuk memasukkan unsur nutrisi penting ke dalam makanan harian anak.

‘’Jika anak tidak mau minum susu, tim kita menyiasatinya dengan memasukkan susu tersebut ke dalam adonan puding. Yang terpenting, setiap hari harus ada asupan protein yang masuk ke tubuh anak, seperti telur dan protein lainnya dengan takaran yang sesuai,’’ jelas Endhah. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...