Selokan Irigasi di Boulevard Pemda Sragen Bau Limbah Pabrik Tebu dan Penuh Sampah Plastik


JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Tumpukan sampah plastik dan limbah pabrik tebu mencemari selokan yang juga berfungsi sebagai saluran irigasi sawah di sekitar Boulevard Kantor Terpadu Pemda Sragen. Kondisi ini dikeluhkan warga dan para pemulung yang menggantungkan hidup dari rosok.

Salah satunya Dalino, 80, warga Bangak, Sine, Sragen Kota. Selama 10 tahun terakhir ia mencari plastik di selokan tersebut.

“Setiap hari nyari plastik di sini. Sekilo 4 ribu. Kalau lagi banyak dapat uang 30 ribu, kalau sepi 25 ribu,” ujar Dalino saat ditemui di lokasi, Rabu (23/7/2026).

Dari hasil memulung itu, Dalino menyetor ke pengepul rosok. Uang yang terkumpul digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Meski memiliki 6 anak dan 15 cucu, Dalino mengaku hanya tinggal di rumah bersama istrinya.


Selain sampah rumah tangga, Dalino juga menyoroti adanya limbah dari pabrik tebu yang ikut mengalir ke selokan.

“Limbah pabrik niki mambu. Baunya menyengat kalau pas airnya keruh,” katanya.

Selokan yang seharusnya menjadi saluran irigasi untuk sawah warga itu kini dipenuhi kantong plastik, botol bekas, dan endapan berwarna cokelat yang diduga berasal dari sisa pengolahan tebu. Saat hujan, sampah terbawa arus dan menyumbat aliran air.

Baca juga:  Memberdayakan Warga ala Gubernur Ahmad Luthfi Melalui Program Kecamatan Berdaya

Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu produktivitas sawah di sekitar kawasan Boulevard. Petani khawatir air yang digunakan untuk mengairi tanaman mengandung pencemaran.

Ia khawatir pencampuran sampah plastik dan limbah industri di saluran irigasi dapat menurunkan kualitas air. Limbah organik dari pabrik tebu jika tidak diolah dengan baik berpotensi menimbulkan bau dan menjadi sarang penyakit.

Sementara sampah plastik dapat menyumbat aliran dan merusak ekosistem sawah. Menurut Dalino, para petani juga senang sampah plastik diambil pemulung.

“Kalau terus dibiarkan, lama-lama tanahnya bisa rusak. Airnya juga tidak layak untuk tanaman,” kata Dalino.

Dalino berharap pemerintah daerah dan pihak pabrik dapat bersama-sama menangani persoalan ini. Ia tidak menuntut banyak, hanya ingin selokan kembali bersih agar air irigasi lancar dan lingkungan tidak berbau.

Baca juga:  Gingeride 37th Virtual Cycling, Pecahkan Rekor MURI Video Mapping Terbesar

“Kami cuma numpang cari rosok di sini. Kalau bersih, ya enak. Tapi kalau limbahnya terus dibuang ke sini, ya kasihan petani juga,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sragen, Albert Pramono Soesanto mengaku bahwa aliran limbah Pabrik tebu memang masih mengalir ke arah kantor Pemda Terpadu. Pihaknya memgaku 2 tahun lalu pernah mendampingi mengambil sample limbah bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, namun hasilnya belum diketahuinya.

“Tahun 2024 pernah dampingi Provinsi cek lab limbah. Kita belum mengetahui hasilnya. Namun, jika ada kandungan yang berbahaya tentu kita akan mendapatkan pemberitahuan. Biasanya tak ada apa-apa jika tak ada arahan,” ungkapnya.

Sedangkan terkait, sampah pihaknya akan membantu jika pengelola di Pemda Terpadu Sragen meminta. “Sejauh yang saya ketahui, tempat sampah di sana sudah tersedia. Namun, kebiasaan menjaga kebersihan itu memang tanggungjawab pribadi. Kesadaran itu harus terus dikampanyekan. Sehingga, warga mau membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...