JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kodim 0722/Kudus berhasil menyelesaikan pembangunan sejumlah jembatan strategis yang dinamai Jembatan Garuda, untuk meningkatkan konektivitas antar-desa dan mendongkrak perekonomian masyarakat. Proyek infrastruktur ini menjadi jawaban nyata atas kebutuhan warga yang selama ini bergantung pada jembatan bambu darurat.
Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menegaskan bahwa sasaran utama pembangunan ini adalah mempermudah mobilitas warga. Salah satu jembatan yang baru selesai dibangun kini menjadi jalur utama petani untuk mengangkut hasil bumi.
‘’Tujuan pertama tentu untuk konektivitas hubungan antar-desa. Kedua, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jembatan ini sudah langsung digunakan warga untuk memanen tebu. Ini menandakan pembangunan tersebut sangat bermanfaat,’’ ujar Letkol Arh Yuusufa.
Proyek jembatan di lingkungan Dukuh Kedung Mono ini, dikerjakan secara cepat dan efisien dalam kurun waktu satu bulan, dimulai dari tanggal 5 Juni hingga selesai pada 4 Juli.
Sementara itu, pemilihan lokasi pembangunan tidak dilakukan sembarangan. Tetapi memprioritaskan wilayah yang benar-benar membutuhkan akses berdasarkan aspirasi masyarakat dan kondisi riil di lapangan.
‘’Kami melihat asas kemanfaatan. Kami memprioritaskan titik yang sebelumnya dibangun swadaya oleh masyarakat menggunakan bambu, atau jembatan yang dulunya ada lalu rusak padahal sangat dibutuhkan warga untuk lalu lalang,’’ pungkas Letkol Arh Yuusufa.
Pasiter Kodim 0722/Kudus, Kapten Arm Muslikhan, menambahkan selain jembatan di Desa Tanjungrejo, Kodim 0722/Kudus juga telah merampungkan jembatan Garuda di Desa Lau, Tanjungrejo, Ngembalrejo, dan Pedawang. Khusus di Pedawang, jembatan yang dibangun merupakan Jembatan Armco pertama di Kabupaten Kudus.
‘’Proses pengerjaan antar-wilayah bervariasi antara bulan Mei dan Juni dengan durasi pengerjaan masing-masing sekitar satu bulan. Saat ini, Kodim 0722/Kudus juga sedang dikejar target untuk menyelesaikan empat titik jembatan baru lainnya,’’ pungkasnya. (han/rit)





