JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pengerjaan rehabilitasi jalur utama penghubung Kudus–Purwodadi di ruas Jalan Jati–Klambu, saat ini menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Agustus 2026, progres pengerjaan fisik proyek vital ini telah mencapai 4,199 persen, berhasil melampaui target perencanaan awal yang dipatok sebesar 2,806 persen.
Ketua Pokja Jepara-Kudus Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati, Parjo, menjelaskan bahwa pengerjaan jalan lintas kabupaten tersebut difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah. Karakteristik tanah lempung di kawasan Undaan menjadi pemicu utama struktur jalan di wilayah tersebut sering mengalami pemuaian dan cepat rusak.
‘’Penanganannya ada 78 segmen dengan total panjang mencapai 12,4 kilometer,’’ ungkap Parjo, baru-baru ini.
Proyek rehabilitasi Jalan Jati–Klambu ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp1,5 miliar. Metode perbaikan dilakukan lewat kombinasi betonisasi dan penambalan pada bagian jalan yang mengalami kerusakan.
‘’Sesuai kontrak, pengerjaan jalur Jati-Klambu ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 9 Desember 2026. Penanganan intensif ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat,’’ tandasnya.
Sebelumya diberitakan, Pemerintah memastikan perbaikan Jalan Jati-Klambu yang melintasi kecamatan Jati-Undaan, Kabupaten Kudus, akan difokuskan pada penanganan jangka pendek, berupa penggantian beton pada tiap-tiap segmen yang mengalami kerusakan. Langkah ini diambil untuk mempercepat mobilitas warga sekaligus mengantisipasi titik-titik rawan genangan air di sepanjang jalur tersebut.
Tahun ini, kontrak kerja sama untuk penggantian beton di area kritis tersebut dipastikan sudah berjalan. Namun, perbaikan tidak dilakukan secara menyeluruh di sepanjang jalur, melainkan secara spesifik per spot atau per titik. Terutama pada titik-titik cekungan jalan yang selama ini sering menjadi pusat genangan.
‘’Tahun ini sudah ada kontrak untuk penggantian beton yang selalu rusak tersebut. Penanganannya per spot,’’ ujar Ketua Kelompok Kerja Jepara-Kudus BPJ Wilayah Pati, Parjo, sata dihubungi baru-baru ini. (han/rit)




