JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus mengukir sejarah baru dengan menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak tingkat SLTA/Sederajat se-Kabupaten Kudus tahun 2026. Langkah inovatif ini menjadi proyek percontohan pertama di Jawa Tengah, untuk membangun kesadaran politik para pemilih pemula.
Program strategis ini diikuti oleh 91 sekolah yang tersebar di seluruh Kabupaten Kudus. Meliputi 18 Sekolah Menengah Atas (SMA), 29 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 4 SMA Luar Biasa (LB), serta 40 Madrasah Aliyah (MA/MAN).
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, memberikan apresiasi tinggi saat meninjau langsung pelaksanaan Pilketos. Ia menyebut program ini sebagai miniatur nyata dari pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
‘’Ini program yang sangat bagus dari KPU. Melalui Pilketos serentak, adik-adik kita belajar seluruh proses lini masa pemilu. Mulai dari pembentukan panitia hingga terpilihnya ketua OSIS yang baru. Ini mengajarkan mereka untuk bersikap lebih demokratis,’’ ujar Bellinda.
Bellinda juga menitipkan pesan agar para siswa mengikuti setiap tahapan dengan serius. Harapan besarnya, edukasi dini ini mampu mendongkrak angka partisipasi pemilih pada pesta demokrasi formal di masa depan. Sebagai catatan, partisipasi masyarakat Kudus pada Pilkada sebelumnya telah mencapai angka 86 persen.
‘’Melalui stimulasi Pilketos serentak ini, Pemkab Kudus menargetkan angka tersebut mampu melampaui 86 persen pada periode berikutnya,’’ tandasnya.
Sementara Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ahmad Amir Faisol, menegaskan bahwa pelaksanaan Pilketos serentak ini berfokus pada penguatan dua indikator utama. Kedua indikator tersebut adalah peningkatan indeks demokrasi dan kesiapan tingkat partisipasi pemilih pemula.
‘’Sejauh pengetahuan kami, dalam 5 hingga 10 tahun terakhir belum ada daerah lain di Jawa Tengah yang menggelar pemilihan ketua OSIS serentak satu kabupaten seperti ini. Kami ingin para siswa yang akan menjadi pemilih pemula pada tahun 2029 mendatang sudah melek proses dan paham urusan teknis pemilu,’’ kata Faisol.
Merespons kekhawatiran publik mengenai potensi kecurangan politik di lingkungan sekolah, Faisol memastikan proses berjalan bersih. Pihak KPU bersama pihak sekolah berkomitmen menjaga integritas pemilu sejak dini. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi manipulasi suara dalam tradisi demokrasi di sekolah-sekolah Kabupaten Kudus.
Sementara tahapannya, dimulai 15-18 Juli 2026 pembentukan Komisi Pilketos, dengan anggota siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS/MPK dan ditetapkan oleh SK Kepala Sekolah. Lalu Bimbingan Teknis (Bimtek) Tahap 1 dibagi dua tahapa, Gelombang 1 30 Juli dan Gelombang 2 dilaksanakan 4 Agustus 2026.
Adapun pembentukan Panitia Pilketos dan Petugas Pengawas dilaksanakan 24-26 Agustus 2026. Bagi Petugas Pengawas bertugas mengawasi jalannya pelaksanaan pemungutan suara dan memastikan bahwa pemungutan dan penghitungan suara berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi kecurangan
‘’Sedang Pilketos dilaksanakan secara serentak pada tanggal 16 September 2026,’’ pungkasnya. (han/rit)





