JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Seorang petugas pembagi air irigasi atau sobak ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi persawahan Dukuh Jatisumo, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7) sekitar pukul 12.45 WIB.
Korban diketahui bernama Partorejo Pomo, 75, warga Dukuh Jatisumo RT 19, Desa Sambungmacan. Ia ditemukan oleh rekan kerjanya saat melakukan pengecekan pembagian air.
Informasi itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui laporan resmi Polsek Sambungmacan.
Berdasarkan keterangan saksi, sejak Rabu (29/7) pukul 07.00 WIB, korban bersama Saksi 1 Suharyono dan Sdr. Kemi Kromo Sumarto bertugas sebagai sobak di wilayah persawahan Jatisumo. Karena pembagian air belum selesai, ketiganya menginap di rumah warung persawahan.
Kamis pagi setelah salat Subuh, mereka kembali berkeliling mengecek saluran air. Sekitar pukul 12.30 WIB, Saksi 1 berkeliling dari blok barat ke timur. Pukul 13.00 WIB, saat mendekati saluran air ia mendengar suara air kemricik.
Saksi 1 mengira saluran tertutup batang pohon pisang. Setelah turun dan mengangkatnya, ternyata yang tertutup adalah kaki manusia.
Saksi 1 kemudian memberitahu Saksi 2 Tarno. Setelah memastikan ciri fisik, keduanya mengenali korban sebagai Pomo. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Oktavian Sandy Permana selaku pelapor, dan diteruskan ke Polsek Sambungmacan.
Tim Inafis Polres Sragen dan tim dari Puskesmas Sambungmacan 1 yang melakukan pemeriksaan di lokasi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Namun terdapat luka lecet pada bagian pelipis sebelah kanan. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke saluran irigasi.
Keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan otopsi. Mereka membuat surat pernyataan dan jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu alat pertanian milik korban berupa cangkul, bajak, dan garpu, serta satu pasang sandal yang berada di pinggir saluran irigasi.
Kapolres Sragen melalui Polsek Sambungmacan telah melakukan sejumlah tindakan, mulai dari menerima laporan, mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan korban dan saksi, olah TKP bersama Inafis, hingga visum et repertum di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sragen dan Pamatwil Polsek Sambungmacan.
Atas kejadian ini kerugian yang tercatat adalah meninggalnya satu orang warga. (yas/rit)





