Bermodal Rp250 Ribu dan Oven Rumah, Mahasiswa Undip Ini Sukses Bikin Bisnis Soft Cookies The Kukima


JATENGPOS.Co.ID-Berawal dari dapur kecil dan oven rumahan, Masandra Berizka yang akrab dipanggil Ica, mahasiswa Manajemen Undip, berhasil mendirikan The Kukima dan kini sukses memiliki penghasilan sendiri. The Kukima merupakan tempat yang menyediakan makanan dessert, seperti daifuku dan risol mayo di tahun 2023, namun pada tahun 2024 usahanya tersebut beralih menjadi menjual soft cookies yang merupakan produk utamanya. Bermodalkan tabungan pribadi, kini The Kukima mampu menghasilkan ratusan pesanan baik dari pembelian satuan ataupun bulk order.

Selain soft cookies, The Kukima juga menjual berbagai macam dessert lainnya, seperti cheesecake dan tiramisu. Harganya pun sangat terjangkau mulai dari Rp10.000-Rp20.000 untuk satuan. Ia menjual produknya tersebut di area rumahnya Ketanggungan, Brebes, dan juga ia menggunakan media sosial seperti instagram sebagai media memasarkannya. Strategi tersebut terbukti efektif menjangkau konsumen, kini usahanya banyak diminati oleh berbagai kalangan.

Usahanya tersebut ia kelola sendiri mulai dari proses produksi, pengemasan, strategi, hingga pemasaran. Namun, saat pesanannya menumpuk, terkadang dibantu oleh anggota keluarganya sendiri, khususnya saat Hari Raya Idul Fitri. Sembari kuliah, ia sering membagi waktu dengan skala prioritas. Biasanya produksi dilakukan ketika sudah menyelesaikan tugas kuliah atau lebih sering pada akhir pekan. Untuk lebih menghemat waktu, Ica menggunakan sistem pre-order agar waktu produksi dan orderan bisa disesuaikan sehingga tidak bentrok dan mengganggu dengan perkuliahan.

Baca juga:  Sate Khas Racikan Bumbu Pedas dan Madu
Soft cookies seperti cheesecake dan tiramisu menjadi andalan The Kukima. Foto : Fadlan

Menurut Ica, tantangan terbesarnya selama menjalankan usahanya adalah manajemen waktu, karena sering bentrok dengan jam kuliah dan usahanya. Selain itu, mempertahankan kualitas dan menghadapi trend market juga menjadi tantangan tersendiri agar usahanya terus berjalan. ”Tantangan terbesar dalam menjalankan usaha di beberapa tahun terakhir adalah membagi waktu antara kuliah dan bisnis agar tetap berjalan, mempertahankan kualitas, dan menghadapi trend market yang sedang hype untuk pemasaran,” kata Ica.


Kesuksesannya tersebut berawal dari ketertarikannya dengan dunia kuliner, khususnya baking. Karena itu, ia menjadi gemar untuk memasak sejak kecil. Selain itu, Ica juga memiliki hobi berjualan semasa kecilnya agar mendapatkan uang jajan. Hasil jualannya tersebut sering ia tabung dan menjadi motivasinya untuk terus berjualan, yang membuat dia semakin terdorong untuk mendirikan usaha pertamanya. Dengan alat seadanya dan modal yang hanya berkisar Rp250.000-Rp350.000, ia mendirikan The Kukima. Ica menjelaskan bahwa usaha di bidang food and beverage memiliki cakupan yang luas dan memiliki potensi yang besar dalam jangka waktu yang panjang, sehingga dapat terus berkembang mengikuti trend yang ada di masyarakat. ”Aku melihat trend market pada bidang ini cukup luas dan berpotensi untuk jangka waktu kedepannya sehingga bisa berkembang mengikuti trend sekaligus kualitas di market,” kata Ica.

Baca juga:  Nyruput "Es Coklat'e Om Uncle" Nikmat Bebas Gula

Kedepannya, The Kukima berencana akan meningkatkan kegiatan pemasarannya agar menjangkau lebih luas, dan juga meningkatkan sistem digitalisasi guna dapat mengakses orderan secara efisien. (Fadlan)


TERKINI


Rekomendasi

...