Burjo Tak Sekadar Tempat Makan, tetapi Ruang Berkumpul dan Berinteraksi bagi Berbagai Kalangan


JATENGPOS.CO.ID-Di tengah banyaknya kafe dan tempat nongkrong di kawasan Tembalang, keberadaan burjo masih menjadi pilihan banyak orang. Tidak hanya dikenal sebagai tempat makan dengan harga yang ramah di kantong karena mulai dari kisaran harga Rp.14.000 mahasiswa sudah bisa mendapat makan nasi dan ayam, burjo kini juga berfungsi sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga menjalin interaksi sosial antar pengunjung.

Salah satu burjo yang berada di Jalan Sipodang, yakni Burjo Pamek telah berdiri selama dua tahun dan menjadi tempat favorit bagi berbagai kalangan. Menurut pemilik usaha, lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis dan mudah dijangkau. Selain itu, tempat yang cukup luas dengan area parkir yang memadai menjadi salah satu daya tarik dibandingkan tempat makan sejenis.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga warga sekitar. Pemilik menjelaskan bahwa jumlah pelanggan tetap dan pelanggan baru cenderung seimbang. Hal ini menunjukkan bahwa burjo tidak hanya mampu mempertahankan pelanggan lama, tetapi juga terus menarik pengunjung baru.

Baca juga:  SIG Gerak Cepat Bantu Korban Bencana di Sumatra

Keramaian biasanya terjadi pada dua waktu, yaitu sekitar pukul 12.00 saat jam makan siang dan mulai pukul 19.00 ke atas karna sifatnya 24 jam jadi burjo Pamek ini ramai dikunjungi oleh mahasiswa yang memiliki keperluan rapat ataupun sekedar bertemu teman teman mereka. Pada malam hari, burjo dipenuhi oleh mahasiswa yang mengerjakan tugas, mengadakan rapat organisasi, atau sekadar berkumpul bersama teman. Kondisi tersebut menjadikan burjo sebagai ruang sosial yang aktif, tempat berbagai aktivitas berlangsung di luar fungsi utamanya sebagai tempat makan. Meskipun saat ini sedang libur salah satu pegawai mengatakan bahwa burjonya tetap ramai oleh mahasiswa yang tidak pulang kerumah dan memiliki keperluan untuk rapat. Burjo Pamek ini Menjadi salah satu place to go mereka untuk rapat ataupun sekedar makan bersama teman teman mereka.

Dengan 14k sudah bisa mendapat makan nasi dan ayam, free wifi dan colokan listrik. Foto : Raisha

Menurut salah satu karyawan, Joko, banyak orang lebih memilih nongkrong di burjo dibandingkan di kafe karena menawarkan harga yang lebih terjangkau, tempat yang luas, suasana yang fleksibel, serta fasilitas parkir gratis. Selain itu, setiap meja telah dilengkapi stopkontak sehingga memudahkan pengunjung yang membawa laptop atau gawai untuk belajar maupun bekerja.

Baca juga:  Nguliner Mewah Harga Murah

Fasilitas lain yang membuat pelanggan betah adalah tersedianya akses Wi-Fi gratis tanpa batasan waktu. Pengunjung tetap dapat menggunakan fasilitas tersebut meskipun hanya memesan satu minuman. Suasana yang nyaman, akses yang mudah, serta kebebasan untuk berlama-lama membuat burjo menjadi tempat yang mendukung aktivitas sosial maupun akademik.

“Kesini biasanya cuma buat ngumpul atau  ketemu sama temen sih kak, biasanya juga ya sesekali rapat disini, tapi seringnya lebih ke nongkrong atau kumpul aja sama temen” tutur Suci salah satu pelanggan disana saat itu.

Hubungan antara penjual dan pelanggan juga terjalin dengan baik. Interaksi yang akrab menciptakan suasana yang hangat sehingga banyak pelanggan merasa nyaman untuk kembali datang. Bagi sebagian mahasiswa maupun masyarakat sekitar, burjo bukan lagi sekadar tempat mengisi perut, melainkan ruang untuk bertukar cerita, membangun relasi, dan mempererat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.(Raisha)


TERKINI


Rekomendasi

...