JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Berdasarkan pemetaan data kejadian tahun-tahun sebelumnya, BPBD Wonogiri mencatat ada sedikitnya tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan dan krisis air bersih.
Ketujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Pracimantoro dengan satu desa, Paranggupito (2 desa), Giritontro (5 desa), Nguntoronadi (2 desa), Eromoko (6 desa), Giriwoyo (2 desa), dan Manyaran (1 desa). Dari pemetaan tersebut, total warga yang berpotensi terdampak krisis air bersih mencapai 16.883 jiwa.
Mengantisipasi hal tersebut, Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak musim kemarau di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Selasa (4/8).
Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim di Kantor Desa Tlogosari.
Secara simbolis, sebanyak 10 tangki air bersih didistribusikan kepada sekitar 300 warga setempat. Bantuan ini merupakan langkah cepat tanggap dalam merespons dampak kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah kawasan selatan Wonogiri.
Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan wujud hadirnya negara di tengah kesulitan masyarakat.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sebagai solusi jangka pendek, sementara kolaborasi lintas instansi terus dirancang untuk penanganan kekeringan secara berkelanjutan. Selain itu, masyarakat diingatkan agar bijak menggunakan air serta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)” ungkap AKBP Haris.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan Pemkab Wonogiri telah menyiapkan alokasi anggaran khusus penanganan kekeringan dan memastikan distribusi air akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah terdampak.
“Berdasarkan data awal BPBD Kabupaten Wonogiri hingga awal Agustus 2026, tercatat ada 19 desa yang sudah melaporkan dampak krisis air bersih akibat musim kemarau. Nanti akan kami bantu distribusi air beraih,” tandas Setyo Sukarno. (dea/rit)






