BAZNAS Gelontorkan Bantuan Rp 386 Juta untuk 51 Pelaku Usaha Mikro


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyerahkan bantuan program penguatan pelaku usaha mikro bertajuk “Z-Mart” untuk 30 orang penerima di Kabupaten Semarang. Program itu diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Semarang dengan bantuan serupa untuk 21 penerima.

Penyerahan simbolis dilakukan Ketua BAZNAS Jawa Tengah (Jateng) KH Dr Ahmad Darodji mewakili BAZNAS RI, didampingi Bupati Semarang H Ngesti Nugraha dan Wabup Hj Nur Arifah.

Program penguatan usaha mikro “Z-Mart” ini datang dari dua sumber, yakni BAZNAS RI menyalurkan bantuan untuk 30 penerima dengan total Rp240 juta. Sementara BAZNAS Kabupaten Semarang menambah untuk 21 penerima senilai Rp146 juta. Sehingga, total sebanyak 51 pelaku usaha menerima bantuan dengan keseluruhan anggaran Rp 386 Juta.

Bentuk bantuannya bukan uang tunai. Para penerima mendapat paket peralatan kios dan barang dagangan kebutuhan sehari-hari.


Baca juga:  Ganjar Dampingi Wapres Resmikan Enam PLUT KUMKM: Jadi Akselerator Koperasi dan UMKM

“Semua penerima sudah operasional. Setelah intervensi ini, ada peningkatan omzet penjualan sampai Rp5 juta per bulan,” lapor Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol.

Sebelum menerima bantuan, seluruh penerima juga sudah dibekali pelatihan cara mengelola kios eceran agar usaha bisa berjalan mandiri.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jateng Ahmad Darodji menegaskan tujuan utama zakat produktif.

“Zakat diberikan kepada mustahik agar mereka berdaya secara ekonomi, lalu menjadi muzakki. Salah satunya dengan bantuan modal untuk kegiatan produktif,” tegasnya.

Ia berpesan agar para penerima bersungguh-sungguh mengembangkan usaha. “Inilah sarana mengumpulkan rezeki agar bisa naik kelas jadi muzakki,” katanya.

Darodji bahkan menargetkan kios “Z-Mart” bisa tersebar di 235 desa/kelurahan se-Kabupaten Semarang.

Baca juga:  Utamakan Kejujuran, Pasang CCTV di Sejumlah Tempat Pelelangan Ikan

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyambut baik program tersebut. Menurutnya, penguatan UMKM adalah kunci menggerakkan ekonomi di tingkat desa.

“Saya berharap para pelaku UMKM terus mengembangkan usahanya. Sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Salah satu penerima, Slamet Rahayu (46) warga Dusun Karang Bolo, Desa Kerep, Ungaran Barat, mengaku senang. Selama ini ia berjualan makanan kecil dengan pendapatan yang tidak menentu.

“Alhamdulillah dapat bantuan dari BAZNAS. Harapannya bisa menambah pendapatan warung saya,” katanya sambil memegang paket dagangan.

Kini, 51 “Z-Mart” baru mulai beroperasi di berbagai titik di Kabupaten Semarang. Dengan modal, pelatihan, dan semangat baru, para pelaku mikro ini berharap bisa naik kelas dari penerima zakat, menjadi pembayar zakat. (muz)


TERKINI


Rekomendasi

...