JATENGPOS.CO.ID, PATI — Pemerintah Kabupaten Pati menjadikan peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati sebagai momentum memperkuat pengabdian dan mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat. Pesan itu disampaikan Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, Jumat (7/8).
“Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, namun seberapa besar persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” kata Chandra dalam amanatnya.
Chandra menegaskan, semangat Hari Jadi ke-703 harus diterjemahkan ke dalam kerja pemerintahan yang semakin nyata. Menurutnya, tema “Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan” menjadi dorongan untuk menghadirkan pemerintahan yang transparan, responsif, akuntabel, dan berorientasi pada solusi.
“Pelayanan publik harus semakin cepat, mudah, ramah, dan adil,” ujar Chandra.
Tema “Sumunar Terang Mbangun Kemajengan”, lanjut Chandra, mencerminkan optimisme sekaligus arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta pelestarian budaya dan persatuan.
Salah satu prioritas pembangunan tahun ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur dasar. Pemerintah Kabupaten Pati mengalokasikan sekitar Rp210 miliar untuk merehabilitasi 160 titik ruas jalan beserta sejumlah talud dan jembatan. Hingga akhir Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen dan beberapa ruas jalan telah selesai dikerjakan.
“Dari setiap kilometer jalan yang kita perbaiki merupakan upaya membuka konektivitas, memperlancar mobilitas, menggerakkan perekonomian, dan menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Selain pembangunan infrastruktur, berbagai indikator pembangunan juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pati pada 2025 meningkat menjadi 74,98, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,12 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 3,71 persen.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Pati berhasil meraih Innovative Government Award (IGA) 2025 dengan predikat Kabupaten Sangat Inovatif. Pati juga memperoleh predikat Kabupaten/Kota Kreatif subsektor Seni Pertunjukan serta meraih Harmony Award 2025 dan peringkat ketiga nasional kinerja Forum Kerukunan Umat Beragama.
“Kolaborasi, integritas, dan profesionalisme harus menjadi kekuatan dalam menjalankan pemerintahan,” tegas Chandra.
Selain infrastruktur dan reformasi birokrasi, Chandra menyebut sektor UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata sebagai bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah. Pengembangan sektor-sektor tersebut akan terus diperkuat agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga mendorong investasi yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Penguatan UMKM serta sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
Chandra menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintahan perlu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen untuk bekerja bersama.
“Sumunar Terang, Mbangun Kemajengan harus menjadi semangat bersama untuk membawa Pati semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujar Chandra.
Upacara dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati, Pj. Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, para Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat.
Usai upacara, dilanjutkan Ziarah ke Makam Adipati Tombronegoro yang berada di Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor.
Kemudian pada Jumat malam (7/8) mulai pukul 20.00 WIB juga digelar hiburan masyarakat berupa ketoprak di Pendopo Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati.
Sebelumnya, pada Kamis malam, diadakan tasyakuran atau Selametan Agung (Bancakan) di Pendopo Kemiri. Tradisi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Pati sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi dalam membangun daerah sesuai semangat “Sumunar Terang Mbangun Kemajengan.”(Ida/rit)







