Setahun Demo 13 Agustus, AMPB Siapkan Aksi Reuni di Pati


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kembali mengonsolidasikan massa untuk menggelar aksi reuni pada Kamis (13/8/2026). Aksi tersebut menjadi momentum mengenang demonstrasi besar-besaran yang berlangsung tepat setahun sebelumnya dan sempat menyedot perhatian publik Pati.

Reuni dijadwalkan berlangsung setelah salat zuhur. Sejumlah elemen masyarakat dan aktivis dari luar daerah disebut telah menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam aksi yang mengusung semangat Menolak Lupa Penguasa Arogan tersebut.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan jaringan aktivis dari sejumlah daerah telah mengonfirmasi kehadiran. Di antaranya dari Yogyakarta, Surabaya, Sukajaya, Bogor, hingga kelompok aktivis yang sebelumnya terlibat dalam aksi pencabutan pagar laut.

“Dari luar kota sudah ada yang mengonfirmasi ikut hadir. Dari Jogja, Surabaya juga. Kemudian teman-teman aktivis dari Sukajaya Bogor dan aktivis yang kemarin mencabut pagar laut akan hadir di reuni 13 Agustus,” ujar Botok di Alun-Alun Pati, Senin (10/8/2026).


Baca juga:  Pemkab Kudus Dukung Kebijakan Efisiensi BBM

Menurutnya, aksi reuni bukan sekadar ajang berkumpul dan bernostalgia. AMPB membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Koruptor.

Selain itu, AMPB juga menyuarakan tuntutan pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Tuntutan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mendorong pemberantasan korupsi yang lebih tegas.

Botok menegaskan, aksi 13 Agustus juga menjadi bentuk pengingat terhadap berbagai peristiwa yang terjadi selama satu tahun terakhir.

“Pada intinya aksi 13 Agustus ini adalah aksi Menolak Lupa Penguasa Arogan dan Menolak Lupa Pengkhianatan DPR terhadap rakyat,” tegasnya.

Meski demikian, AMPB mengimbau seluruh peserta menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Massa diminta tidak melakukan tindakan anarkis, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan provokasi yang dapat memicu kericuhan.

Panitia juga telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan. Botok menyebut bakal ada pertunjukan teatrikal hingga aksi spontanitas di lapangan. Namun, detail kegiatan tersebut masih dirahasiakan untuk memberikan kejutan kepada peserta.

Baca juga:  Ratusan Calon Paskibraka Kudus 2026 Jalani Tes Kesehatan

Di sisi lain, Botok mengajak masyarakat tidak hanya menyampaikan kritik melalui media sosial. Menurutnya, masyarakat juga perlu berani menyampaikan aspirasi secara langsung dengan tetap mengedepankan ketertiban.

“Saya harap untuk masyarakat jangan hanya koar-koar di medsos, apalagi yang pakai akun-akun bodong itu. Mari kita berani turun ke jalan, berani di dunia nyata menyampaikan aspirasi, menyampaikan suaranya terkait pejabat-pejabat yang saat ini tidak pro-rakyat. Dan jangan takut selagi kita punya solidaritas,” tandasnya.

Aksi reuni tersebut sekaligus menjadi momen bagi AMPB dalam mengonsolidasikan kembali massa setelah demonstrasi besar pada 13 Agustus 2025 yang saat itu disebut melibatkan puluhan ribu orang dan mengusung tuntutan terhadap kepemimpinan Bupati Pati ketika itu.(Ida/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...

DKK Kudus Sebut Kandungan E Coli Masih...

Batik Kudus jadi Daya Tarik di Ajang...

Logo HUT Kudus Ke-477 : Adopsi Ukir...

Ini Dia Ketua PWI Kudus yang Baru