Sheila On 7 Jadi Pamungkas Live Project 2026, Hadirkan Ruang Rindu Penggemar


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Penikmat musik di Kota Semarang bakal mendapat pengalaman festival yang berbeda dalam Live Project 2026. Festival musik yang digelar di Lanud Ahmad Yani pada 31 Oktober mendatang itu resmi mengumumkan sebagai penampil pamungkas dalam jajaran line-up.

Tak hanya menghadirkan deretan musisi lintas generasi, festival edisi keempat ini juga menyiapkan kejutan dari sisi pengalaman pengunjung. Live Project 2026 menggandeng kekayaan intelektual (IP) Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini (NKSTHI) untuk menghadirkan ruang interaktif bertajuk Mens Sambat in Corpore Sano.

Kehadiran Sheila On 7 melengkapi enam penampil yang sebelumnya telah diumumkan, yakni Good Morning Everyone, Lomba Sihir, Kunto Aji, Mahalini, Afgan, dan The Changcuters. Perpaduan musisi dengan karakter dan generasi berbeda tersebut disiapkan untuk menyuguhkan pengalaman musikal yang beragam dalam satu panggung.

Namun, Live Project 2026 tak ingin berhenti pada sajian musik. Melalui kolaborasi dengan NKSTHI, penyelenggara menghadirkan konsep Mens Sambat in Corpore Sano sebagai ruang interaktif bagi pengunjung untuk meluapkan keluh kesah sehari-hari secara wajar.

Konsep tersebut diharapkan menjadi bentuk stress release sekaligus memberikan warna baru dalam pengalaman festival. Pengunjung nantinya dapat menjadikan area tersebut sebagai ruang untuk mengekspresikan berbagai keresahan dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan.

Baca juga:  Sepuluh Deretan Drama Korea Ini Sukses Curi Perhatian Pemirsa

Festival Director MHT Live, Adi Sudono Rahmat, mengatakan pembaruan Live Project 2026 juga dilakukan berdasarkan evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari arus penonton, kenyamanan fasilitas, crowd management, hingga kualitas penataan suara.

“Kami sudah mendengarkan berbagai masukan dari penyelenggaraan sebelumnya. Kami memandang semua masukan tersebut sebagai bagian penting dari proses kami belajar,” ujarnya, pada temu media, di sebuah hotel Semarang, Jumat (14/2026).

Menurutnya, pembenahan tahun ini tidak hanya menyasar sisi operasional. Kolaborasi dengan NKSTHI juga menjadi upaya menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi pengunjung.

“Bersama NKSTHI, kami juga mencoba menghadirkan pendekatan baru melalui Mens Sambat in Corpore Sano, agar pengalaman penonton/pengunjung di Live Project tahun ini terasa lebih relevan dan menyenangkan,” lanjutnya.

Perwakilan NKSTHI, Mas Aik, menilai kolaborasi tersebut lahir dari kesamaan pandangan dalam merespons dinamika kehidupan anak muda. Menurut dia, berbagai persoalan yang masih bisa diperbaiki tentu perlu dibenahi, sementara hal-hal yang harus dijalani dapat dihadapi dengan cara yang lebih menyenangkan.

Baca juga:  Waw! Enam Pria Ini Mirip Pak Jokowi

“Dari situlah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini,” kata Mas Aik.

Langkah pembenahan dan inovasi tersebut turut mendapat respons positif dari Manajer Sheila On 7, Adam Subarkah. Ia menilai Live Project memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu agenda musik tahunan yang dinantikan masyarakat.

“Kami melihat Live Project punya potensi menjadi salah satu momen yang harus dinantikan setiap tahun. Harapannya, penonton bisa datang, menikmati konser dengan nyaman, dan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan,” ujar Adam.

Dengan menggabungkan jajaran musisi lintas generasi, pembenahan operasional, serta ruang interaktif bersama NKSTHI, Live Project 2026 diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya.

Penyelenggara menegaskan bahwa setiap evaluasi akan menjadi dasar untuk menghadirkan perbaikan di penyelenggaraan berikutnya.

“Bagi kami, setiap evaluasi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, setiap masukan menjadi bagian dari pembelajaran, dan setiap pembaruan menjadi bentuk komitmen kami untuk terus bertumbuh bersama audiens,” tutup Adi. (ucl)


TERKINI



Rekomendasi

...