JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Tembok penjara tidak menghalangi warga binaan untuk berkreasi berkarya dan berkesenian. Dalam momen peringatan Hari Kemerdekaan ke 81 RI, Rutan Kelas 1 Solo menggelar Pagelaran Seni Kontemporer bertajuk “Suasana Malam Merdeka Rutan Surakarta: Akulturasi Jiwa, Rasa, dan Karsa”, Kamis (13/8) malam.
Warga binaan menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari drama kolosal Roro Djonggrang, peragaan busana batik diNaDi, hingga peluncuran motif batik karya warga binaan bertema “Melipat Malam”.
Wali Kota Solo Respati Ardi menyaksikan secara langsung perhelatan tersebut dan menyampaikan apresiasi mendalam atas kreativitas serta potensi besar yang ditunjukkan oleh para warga binaan.
“Ini sangat baik. Pendekatan pembinaan berbasis seni, budaya, dan pemberdayaan ekonomi mampu mengubah wajah rumah tahanan menjadi tempat pemulihan karakter. Pemerintah Kota Solo pun berkomitmen memberikan dukungan penuh agar setiap warga binaan mendapatkan kesempatan kedua untuk berkarya dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tandas Respati.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas 1 Solo Bhanad Shofa Kurniawan menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk pembinaan nyata guna membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.
Salah satu wujudnya adalah peluncuran motif batik “Melipat Malam” yang melambangkan keberanian menutup masa lalu yang kelam untuk menyongsong masa depan yang terang.
“Kami berharap masyarakat dapat menerima, memaafkan, serta mendukung proses reintegrasi sosial para warga binaan saat telah menyelesaikan masa pemidanaan,” ungkap Bhanad Shofa Kurniawan. (dea/rit)








