JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Suasana Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang mendadak riuh pada Sabtu malam (15/8/2026). Ribuan pasang mata tampak lekat menatap layar lebar dalam acara nonton bareng (nonbar) Soekarno Cup 2026 yang mempertemukan duel sengit antara Banteng Jawa Tengah melawan Banteng Papua.
Sejak peluit kick-off dibunyikan tepat pukul 19.00 WIB, atmosfer teka-teki dan antusiasme langsung menyelimuti lokasi. Teriakan dukungan bergemuruh setiap kali skuad Jawa Tengah membangun serangan ke jantung pertahanan lawan. Sebaliknya, desahan kekecewaan tak kalah nyaring terdengar tatkala peluang emas yang tercipta gagal berbuah gol.
Pertandingan berjalan ketat dan penuh gengsi. Tim Jawa Tengah bahkan sempat tertinggal satu gol hingga babak pertama usai. Hingga akhir pertandingan, kedudukan tidak berubah dan memaksa wakil Jawa Tengah mengakui keunggulan Papua dengan skor tipis 1-0. Kendati tim tuan rumah harus menelan kekalahan, semangat para penonton dan suporter yang memadati lokasi nonbar sama sekali tidak surut.
Di balik keseruan pertandingan, gelaran ini ternyata membawa misi penting bagi internal partai. Ketua wilayah Rumah Juang Mochamad Herviano Kabupaten Semarang-Salatiga, Lucky Khoirul Umam, mengungkapkan bahwa kegiatan nonbar ini digagas sebagai sarana untuk merajut dan menggalang soliditas kader PDI Perjuangan di Jawa Tengah.
“Kami berharap kekompakan seluruh kader PDI Perjuangan tetap terjaga, termasuk di jajaran struktural. Ini semua demi kemajuan dan berkembangnya partai,” ujar Lucky di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Lucky menjelaskan bahwa ajang Soekarno Cup merupakan inisiatif cemerlang dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Prananda Prabowo, yang dihelat khusus untuk memperingati Bulan Bung Karno sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Selain memperkuat barisan internal, turnamen ini juga dirancang sebagai jembatan komunikasi dengan generasi muda.
“Kami berharap kekompakan seluruh kader PDI Perjuangan tetap terjaga, termasuk di jajaran struktural. Ini semua demi kemajuan dan berkembangnya partai,” ujar Lucky di sela-sela acara.
“Sekaligus ini juga untuk menggaet anak muda, terutama mereka yang getol dengan sepak bola. Apalagi sepak bola ini adalah olahraga yang digemari semua kalangan,” tambahnya.
Senada dengan Lucky, anggota DPRD Kabupaten Semarang, Gunawan Tri Rahmadi, memandang turnamen Soekarno Cup 2026 sebagai sarana edukasi yang sarat makna bagi generasi muda. Menurutnya, rumput hijau lapangan sepak bola mengajarkan banyak hal tentang arti sebuah proses.
 “Jadi filosofi dalam sepak bola itu harus kita serap dan laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Jepang — panggilan akrabnya–.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat serta para pecinta bola yang hadir karena senantiasa mengedepankan sportivitas tinggi serta menghargai perbedaan demi menjaga persatuan bangsa.
“Saya mengapresiasi masyarakat pecinta bola yang mengedepankan semangat sportivitas, menghargai perbedaan demi persatuan, karena itulah semangat pertandingan ini,” tegasnya.
Menutup perbincangan, Jepang menilai bahwa ajang Soekarno Cup 2026 merupakan panggung strategis untuk menguji kemampuan dan memantau talenta-talenta muda di dunia sepak bola. Dengan jam terbang yang tinggi, kematangan skill, serta mental yang terasah, ia optimistis potensi talenta muda Indonesia untuk berkembang di masa depan akan semakin besar. (muz)








