JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sebuah mobil Daihatsu Xenia terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kampung Kali, Kota Semarang, Senin (17/8) malam. Di dalam kendaraan tersebut ditemukan empat galon yang diduga digunakan untuk membawa BBM.
Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Mobil Xenia diketahui baru saja mengisi BBM di SPBU Kampung Kali sebelum terbakar.
“Betul tanggal 17 Agustus sekitar pukul 10.15, mobil Xenia mengisi di SPBU Kampung Kali Semarang. Kemudian sekitar 100 meter dari SPBU, pengemudi tersebut kedapatan merokok sehingga terbakar mobil tersebut,” kata Taufiq.
Menurutnya, petugas juga menemukan empat galon di dalam mobil yang digunakan untuk menyimpan BBM. Namun, Pertamina belum dapat memastikan keterkaitan antara pengisian tangki kendaraan dengan keberadaan galon-galon tersebut.
Taufiq menegaskan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.
“Sampai saat ini kami belum mendapatkan keterangan resmi dari kepolisian karena keterangan resmi dari kepolisian itu biasanya setelah selesai forensik,” jelasnya.
Ia menyebut, dalam sejumlah kasus penyalahgunaan BBM, pernah ditemukan modus berupa modifikasi tangki kendaraan. Modifikasi tersebut membuat saluran pengisian BBM terhubung dengan wadah lain yang berada di dalam kendaraan.
Meski demikian, Pertamina belum menyimpulkan adanya modifikasi serupa pada Xenia yang terbakar tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab maupun kronologi lengkap kejadian.
Di sisi lain, perilaku pengemudi yang merokok setelah kendaraan meninggalkan SPBU menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Sumber api di sekitar kendaraan yang baru saja mengisi BBM dinilai memiliki risiko terhadap keselamatan.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan wadah berbahan plastik untuk membawa BBM. Penggunaan wadah tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, termasuk akibat listrik statis yang dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan wadah berbahan plastik untuk membawa BBM. Jika tidak dalam kondisi darurat, sangat diharapkan konsumen untuk tidak mengisi BBM menggunakan kemasan yang bermaterial plastik karena plastik sangat berbahaya, bisa menghantarkan listrik statis,” pungkas Taufiq.(aln)









