Pantau Pasar, Mendag Pastikan Harga dan Stok Bapok Stabil


JATENGPOS.CO.ID, ​SUKOHARJO — Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga bahan pokok (Bapok), khususnya daging ayam, agar memberikan insentif bagi peternak untuk terus berproduksi sekaligus tetap terjangkau bagi konsumen.

Hal tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso usai melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar Ir. Soekarno, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

​Dalam tinjauannya, Mendag Budi Santoso mendapati harga daging ayam berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Angka ini dinilai relatif stabil karena berada di sekitar harga acuan Rp40.000 per kilogram dengan kualitas pasokan yang baik.

“Harga dan kualitas harus terjaga. Harga yang terlalu rendah dalam jangka panjang dapat memicu kerugian di tingkat peternak. Kondisi ini berpotensi menurunkan volume produksi yang pada akhirnya akan mengganggu pasokan pasar dan menaikkan harga kembali di tingkat konsumen.” Kata Mendag.

Baca juga:  Menteri PUPR Optimistis Proyek Pintu Air Demangan Surakarta Tuntas 2021

​Dalam kunjungan kerja tersebut, Mendag didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sukoharjo Suyamto, serta Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo Sumarno.

​Selain daging ayam, sejumlah komoditas lain di Pasar Ir. Soekarno terpantau aman dan berada di bawah atau mendekati harga acuan. Seperti Telur ayam ras, Cabai rawit, beras, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, cabai merah, bawang merah, bawang putih kating.

​Stabilitas harga dan kelancaran pasokan tersebut turut diamini oleh para pedagang di lokasi. Pedagang telur, Andi, serta pedagang daging ayam, Sri Rahayu, mengonfirmasi bahwa pasokan dari distributor berjalan lancar dan harga relatif stabil dibanding pekan sebelumnya.

Baca juga:  198 Peserta Ikuti Ujian CAT Seleksi Panwascam Kabupaten Sukoharjo

​Guna memastikan stabilitas harga secara nasional, Kementerian Perdagangan terus mengoptimalkan pemantauan harian melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok yang melibatkan 514 petugas di seluruh Indonesia.

Pemerintah berjanji akan segera melakukan intervensi dan koordinasi bersama pemerintah daerah jika ditemukan lonjakan harga di atas batas acuan atau hambatan distribusi pasokan di lapangan.

​Ke depan, efektivitas pemantauan harian dan koordinasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga kestabilan harga jangka pendek di Pasar Ir. Soekarno, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya iklim perdagangan daerah yang sehat.

Keberhasilan menjaga keseimbangan antara tingkat keuntungan peternak dan daya beli masyarakat Sukoharjo ini pada akhirnya akan menjadi ujian nyata bagi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di kawasan Soloraya. (dea/rit)


TERKINI


br>

Rekomendasi

...