JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Kementerian Perdagangan terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Dalam forum CEO Gathering di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/8), Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumpulkan para pelaku usaha dan menargetkan nilai transaksi TEI 2026 mencapai USD 17,5 miliar, naik dari target tahun sebelumnya sebesar USD 16,5 miliar.
“TEI merupakan bagian penting dari ekosistem promosi perdagangan yang terintegrasi, mulai dari penjajakan bisnis (business matching) hingga pengawalan realisasi kontrak dagang. Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan pameran ini guna memperluas akses pasar serta meningkatkan volume ekspor nasional,” kata Mendag.
Untuk memaksimalkan potensi transaksi, Kemendag mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri (perwadag), seperti atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Para perwadag dikerahkan untuk melakukan penjajakan business matching dan menghubungkan peserta TEI dengan calon pembeli potensial sebelum pameran resmi dibuka.
Langkah ini merujuk pada keberhasilan TEI ke-40 pada Oktober 2025 lalu, yang mencatatkan penandatanganan 137 dokumen kontrak dagang bernilai sekitar USD 9,8 miliar pada hari pertama. Selain memfasilitasi pertemuan awal, perwadag juga bertugas mengawal realisasi transaksi dan membantu penyelesaian kendala teknis maupun regulasi yang dihadapi eksportir di negara tujuan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa CEO Gathering kali ini dihadiri oleh 106 perusahaan anggota Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dari wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kemitraan Strategis Pengembangan Promosi Internasional Industri Furnitur dan Home Decor antara Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dan Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Pradana.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menyoroti pentingnya peningkatan daya saing industri furnitur nasional. Meski Indonesia memiliki keunggulan ekosistem dan bahan baku seperti kayu, rotan, serta bambu, kontribusi ekspor sektor ini dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Vietnam.
“HIMKI mendorong terciptanya kerja sama erat dengan Kemendag untuk merealisasikan target ekspor sektor furnitur sebesar USD 6 miliar dalam beberapa tahun ke depan, serta target jangka panjang sebesar USD 25 miliar pada 2045,” imbuh Abdul Sobur.
Dukungan terhadap penyelenggaraan TEI turut disampaikan oleh para pelaku usaha. Hendra Sasmita, perwakilan dari CV Karya Indoprima, mengapresiasi efektivitas TEI dalam membuka pasar internasional, seperti penetrasi produknya ke kawasan Amerika Latin. Pengelompokan area khusus furnitur di Hall 9 dan 10 pada TEI 2026 diharapkan dapat semakin mempermudah interaksi dan menarik minat para pembeli mancanegara. (dea/rit)





