JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Menandai peringatan Hari Juang Polri 2026, Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo menggelar aksi kemanusiaan di kawasan terdampak kekeringan di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (21/8/2).
Dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, aksi sosial ini tidak hanya menyasar penanganan krisis air bersih jangka pendek, tetapi juga mendorong solusi berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur air dan konservasi lingkungan.
Dalam aksi sosial tersebut, Polres Sukoharjo bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Sukoharjo mengerahkan sebanyak 10 armada tangki dengan total pasokan mencapai 80.000 liter air bersih. Pasokan air dialokasikan secara presisi ke dua desa terdampak, yakni Desa Ngasinan dan Desa Kedungjambal.
Di Desa Ngasinan, sebanyak dua tangki air bersih setara 16.000 liter didistribusikan khusus untuk masyarakat Dukuh Pagergunung. Bantuan ini disalurkan langsung melalui fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) setempat guna menopang kebutuhan harian sekitar 40 kepala keluarga (KK).
Sementara itu, lima armada tangki atau setara 40.000 liter disebarkan ke lima titik rawan kekeringan di wilayah Desa Kedungjambal. Setiap lokasi menerima pasokan satu tangki berkapasitas 8.000 liter, meliputi Dukuh Jarum (RT 01/RW 10 dan RT 01/RW 11), Dukuh Brebes (RT 01/RW 06), serta Dukuh Jambal (RT 02/RW 06 dan RT 02/RW 07).
Selain penanganan darurat, Kapolres Sukoharjo beserta rombongan melakukan peninjauan pengerjaan proyek pengeboran sumur dalam (deep well) yang berlokasi di kediaman warga bernama HW Sukatmin, Dukuh Mloyo RT 01/RW 11, Desa Ngasinan.
Pembangunan sumur dalam tersebut merupakan inisiasi bersama antara Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Saiful Anwar, S.Sos., S.I.K., M.H., dan Kapolres Sukoharjo.
Hingga hari ketiga pelaksanaan, proses pengerjaan pengeboran telah menembus kedalaman sekitar 25 meter dari target akhir yang dirancang mencapai 60 hingga 70 meter. Keberadaan sumur dalam ini diproyeksikan mampu menjadi sumber air mandiri yang stabil bagi warga sekitar saat musim kemarau melanda.
Sebagai pendukung keberlanjutan sumber air, rombongan kepolisian dan pemangku kepentingan setempat menutup aksi bakti sosial dengan melakukan penanaman bibit tanaman produktif berupa pohon nangka dan durian di sekeliling area sumur dalam.
“Penanaman pohon tersebut ditujukan untuk menjaga ekosistem tanah serta meningkatkan daya resapan air hujan di masa mendatang,” tegas AKBP Anggaito.
Aksi bakti sosial ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulya Atmojo, Camat Bulu Widiyanto Setya Wibowo, Kapolsek Bulu AKP Wahyudianto, Danramil 03/Bulu Kapten Inf. Ismail, Kepala Desa Ngasinan Purwadi, jajaran personel TNI-Polri, relawan Inisiatif Relawan Bencana (IRB) Kecamatan Bulu, serta jajaran pengurus Bhayangkari Ranting Bulu.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa rangkaian bakti sosial Hari Juang Polri merupakan perwujudan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons situasi kritis yang dialami warga.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat, khususnya warga yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain bantuan air, kami juga berupaya menghadirkan solusi jangka panjang melalui pengeboran sumur dalam serta menjaga lingkungan dengan penanaman pohon,” imbuh Kapolres.
Rangkaian kegiatan bakti sosial selesai dengan tertib dan lancar. Kapolres bersama jajaran meninggalkan lokasi Desa Ngasinan setelah memastikan seluruh proses pendistribusian air dan pemantauan proyek sumur dalam berjalan sesuai rencana. (dea/rit)





