Bluebird Perkuat Ekosistem Mobil Listrik di Semarang

Lewat Bluebird Prime, Dengan 10 Armada Awal


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bluebird Group memperkuat ekosistem mobil listrik di Kota Semarang melalui layanan Bluebird Prime dengan armada BYD E6. Sebanyak 10 unit kendaraan listrik disiapkan sebagai tahap awal, sekaligus membuka peluang pengembangan armada dan tipe kendaraan listrik lainnya di Jawa Tengah.

Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono, mengatakan Semarang memiliki potensi besar untuk pengembangan kendaraan listrik seiring kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Bluebird akan mengevaluasi operasional 10 unit tersebut sebelum melakukan penambahan armada.

“Mobil listrik di Semarang ini memang mulai dengan 10 unit dan rencana pengembangannya akan kami tambahkan dengan tipe-tipe lainnya. Kendaraan listrik menjadi salah satu solusi Bluebird untuk meningkatkan keberlanjutan dan mempercepat program Blue Sky melalui pengurangan karbon,” katanya, dalam Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah, Senin (24/8/2026), di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah.

Menurut Sigit, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan penambahan armada, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukung, termasuk infrastruktur pengisian daya. Bluebird melihat perkembangan fasilitas charging di Semarang dan sejumlah kota lain di Jawa Tengah semakin mendukung penggunaan kendaraan listrik.

“Perkembangan charging listrik juga cukup banyak, terutama di Jawa Tengah dan Kota Semarang. Kami juga melihat di kota-kota lain seperti Solo dan Jogja sudah cukup banyak, sehingga kami tidak merasa kesulitan untuk charging,” ujarnya.

Baca juga:  Pakai Vario 125, Komari Taklukan Puncak Gunung Telomoyo

Bluebird Prime menggunakan BYD E6 dengan kabin lebih lega, ruang kaki lebih luas serta kapasitas bagasi lebih besar. Layanan ini melengkapi taksi Bluebird yang telah lebih dulu beroperasi di Semarang, dengan sasaran kebutuhan perjalanan bisnis, perkantoran, bandara, stasiun maupun perjalanan harian.

Dari sisi tarif, Bluebird Prime dengan kendaraan listrik saat ini sekitar 12 persen lebih mahal dibandingkan armada Bluebird konvensional. Perbedaan tarif tersebut dipengaruhi tipe dan spesifikasi kendaraan yang digunakan.

Layanan Bluebird Prime dapat dipesan melalui aplikasi MyBluebird dengan pilihan Fixed Price atau harga pasti maupun argometer. Layanan juga tersedia melalui call center, pangkalan resmi, maupun dengan menghentikan armada langsung di jalan.

Sigit menjelaskan, kendaraan listrik memberikan efisiensi dari sisi operasional, terutama konsumsi energi dan biaya suku cadang. Namun, harga pembelian kendaraan listrik yang masih relatif tinggi menjadi pertimbangan Bluebird dalam menentukan kecepatan penambahan armada.

“Kami perlu mempertimbangkan berapa harga belinya. Jadi, kami melihat perkembangan mobil listrik yang cukup pesat. Kalau tipe kendaraannya nanti bertambah dengan lebih baik dan sesuai kebutuhan, kami bisa tambahkan kendaraannya juga,” jelasnya.

Baca juga:  Dinas Pendidikan Luncurkan Gerbang Harapan untuk Bantu Siswa Kurang Mampu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik pengembangan kendaraan listrik Bluebird sebagai bagian dari transformasi transportasi di Jawa Tengah. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik menjadi terobosan untuk menghemat energi fosil sekaligus mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Saya mencoba muter kantor Dishub Jateng, argonya tinggal pencet, tidak ada suaranya dan menghemat energi fosil. Ini menjadi terobosan agar ke depan tidak hanya kendaraan, tetapi gedung-gedung perkantoran kita juga menggunakan energi terbarukan,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menambahkan, pemerintah juga mendorong penggunaan energi terbarukan melalui panel surya pada gedung pemerintahan serta pengembangan energi surya terapung di sejumlah waduk. Menurutnya, ekonomi hijau dan energi terbarukan akan menjadi bagian penting dalam pembangunan Jawa Tengah.

Kehadiran Bluebird Prime di Semarang menjadi bagian dari langkah Bluebird memperluas penggunaan kendaraan listrik sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan dengan kenyamanan lebih. Pengembangan tersebut diharapkan turut mendorong terbentuknya ekosistem transportasi rendah emisi di Jawa Tengah. (aln)


TERKINI

Rekomendasi

...

Astra Siapkan 299 Bengkel Siaga dan 800...

Dukung SDGs 12 dan 14, Dosen FPIK...

KPPI Dukung Sekolah Politik Perempuan