JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Kebakaran melanda sebuah rumah hunian di Jalan Cendana Timur Nomor 8, RT 9/RW 7, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/8/2026) siang.
Dalam musibah tersebut, tercatat ada tiga orang mengalami luka bakar dalam kejadian tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Api diketahui setelah seorang warga bernama Eli melihat asap mengepul dari rumah tersebut. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan.
Laporan kebakaran diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 28 personel dengan lima armada dikerahkan untuk memadamkan api.
Kepala Operasi dan Penyelamatan Damkar Semarang, Tantri Pradono, mengatakan petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah menerima laporan.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menerjunkan personel dan armada dari beberapa pos untuk melakukan pemadaman,” ujar Tantri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2026).
Petugas berjibaku memadamkan api hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 12.20 WIB. Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai 90 meter persegi.
Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi yang cukup sulit dilalui armada berukuran besar.
“Dalam kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka bakar. Mereka yakni Nurjannah (50), seorang asisten rumah tangga (ART), serta dua anak perempuan, Arkana (4) dan Nail (6 bulan),” ungkap Tantri.
Dijelaskan, korban Nurjannah mengalami luka bakar sedang. Sementara Arkana dan Nail mengalami luka bakar berat. Ketiganya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Banyumanik untuk mendapatkan penanganan medis.
Lanjut Tantri, petugas juga melakukan pendinginan setelah api berhasil dipadamkan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Setelah api berhasil kami padamkan, kemudian dilakukan pendinginan di area yang terbakar untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pemadaman sementara, api diduga dipicu oleh gas elpiji (LPG) sehingga sempat terjadi ledakan.
“Api diduga berasal dari gas LPG, hingga kini, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam pendataan,” pungkasnya. (ucl/rit)




