14 Brand Elektronik Dukung Ekspansi Atlanta Elektronik di Semarang


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Perjalanan panjang Atlanta Elektronik di industri ritel elektronik mendapat dukungan dari 14 brand nasional dan internasional. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi Atlanta untuk menghadapi perubahan pasar sekaligus memperkuat posisinya di Jawa Tengah.

Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi mengatakan, perubahan pasar elektronik saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Ketidakstabilan harga, perkembangan teknologi, hingga persaingan dengan kanal penjualan online membuat pelaku ritel harus semakin adaptif.

“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” katanya.

Atlanta sendiri telah menjalani bisnis elektronik sejak 1995. Dalam perjalanan tersebut, perusahaan mengalami berbagai fase perkembangan industri, termasuk saat permintaan produk elektronik melonjak dan persediaan barang tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar.

Namun, kondisi tersebut kini berubah. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan, baik melalui toko fisik maupun platform online, sehingga toko elektronik dituntut memberikan nilai lebih kepada pelanggan.

Santoso mengatakan, salah satu kekuatan toko fisik adalah konsumen dapat melihat langsung produk dan mendapatkan penjelasan mengenai tipe maupun penggunaannya. Selain itu, layanan purnajual menjadi pertimbangan penting ketika konsumen membandingkan pembelian di toko dengan kanal online.

“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Karena itu, Atlanta memilih memperkuat ekosistem ritel dengan menjaga hubungan bersama grosir, toko mitra, dan produsen. Strategi tersebut dinilai penting untuk menghadapi persaingan harga sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis.

Dukungan datang dari sejumlah brand yang memiliki hubungan panjang dengan Atlanta. Direktur PT Hartono Istana Teknologi, Tekno Wibowo, menyebut Polytron telah menjadi bagian dari perjalanan Atlanta sejak 1986 dengan berbagai produk, mulai televisi, kulkas, mesin cuci, motor listrik hingga mobil.

Sementara Kenny Kwe, CEO PT Akari Indonesia, mengungkapkan kerja sama dengan Atlanta telah berlangsung sejak 1970. Produk Philips, termasuk water heater dan AC, menjadi bagian dari perjalanan Atlanta dalam menampilkan produk elektronik kepada konsumen.

Dari sisi ritel, Erwan Zheng, Sales Director PT LG Electronics Indonesia, menilai kemampuan Atlanta bertahan lebih dari tiga dekade merupakan pencapaian yang luar biasa. Fokus kuat pada ritel menjadi salah satu faktor yang membedakan Atlanta dari toko elektronik lainnya.

Brand yang lebih muda, Artugo, juga melihat Atlanta sebagai mitra strategis. Robert Widjaja, CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, mengatakan Artugo berusaha menghadirkan produk dengan karakter berbeda, seperti freezer dengan pilihan warna dan kompor dengan material batu.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” katanya.

Sementara Andry Adi Utomo, Senior GM Nasional Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, menilai industri elektronik saat ini menghadapi tantangan regulasi dan perubahan pasar. Menurutnya, pelaku industri harus masuk dalam mode bertahan sekaligus mampu beradaptasi.

“Sekarang tantangannya lebih nyata. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Praryadi Slamet, Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk AI, akan semakin memengaruhi produk elektronik dan pola konsumsi masyarakat.

“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Sony, AQUA, NIKO dan Changhong. Siswo Handoyo, Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, bahkan menyebut hubungan dengan keluarga Santoso telah berlangsung sejak generasi sebelumnya.

“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.

Sementara Ega, Branch Manager Changhong Jawa Tengah, mengapresiasi perjalanan Santoso membangun Atlanta. Ia berharap kolaborasi Changhong dan Atlanta semakin kuat dan langgeng.

Selain Polytron, Akari, Artugo, LG, Sharp, Sony, Samsung, AQUA, NIKO dan Changhong, dukungan juga datang dari Daikin, Midea, MODENA dan TCL. Total 14 brand hadir dalam momentum tersebut, memperlihatkan kuatnya jejaring Atlanta dengan industri elektronik.

Santoso berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada pembukaan showroom, tetapi menjadi fondasi untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.

“Kami ingin terus berjuang, beradaptasi dan mendapat dukungan masyarakat Semarang agar Atlanta tetap dipercaya dan bisa memberikan kontribusi,” pungkasnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...