Laba Bersih Phapros Melejit 511 Persen di Semester I 2026


JATENGPOS.CO.ID,  JAKARTA – PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif pada semester I 2026. Laba bersih perseroan sepanjang Januari-Juni 2026 melonjak 511,01 persen menjadi Rp14,97 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,45 miliar.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan penjualan, perbaikan margin laba kotor melalui pembenahan portofolio produk, serta efisiensi operasional proses produksi di pabrik. Strategi penguatan finansial yang sehat dan berkelanjutan juga dilakukan melalui pengendalian biaya, peningkatan kepuasan pelanggan, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia.

“Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari dua digit hingga akhir tahun 2026,” ujar Intan, Sabtu (29/8/2026).

Ia menambahkan, perusahaan akan terus memperkuat inovasi dan profitabilitas untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mendukung peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia.

Dari sisi penjualan, Phapros membukukan Rp482,85 miliar pada semester I 2026 atau tumbuh 5,37 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp458,22 miliar. Kenaikan tersebut terutama ditopang peningkatan penjualan produk-produk dengan margin tinggi.

Baca juga:  Unpad Segera Bangun RS Pendidikan, Berkolaborasi dengan Pemdaprov Jabar

Efisiensi juga terlihat dari penurunan rasio harga pokok penjualan (HPP) terhadap penjualan menjadi 49 persen pada Juni 2026, dari sebelumnya 52 persen. Kondisi tersebut mendorong margin laba kotor meningkat menjadi 50,4 persen, dibandingkan 48 persen pada semester I 2025.

Kinerja positif turut tercermin dari posisi kas dan aset perseroan. Per 30 Juni 2026, kas dan setara kas Phapros mencapai Rp162,47 miliar atau naik 215,6 persen dibandingkan Rp51,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan aset meningkat 4,66 persen menjadi Rp1,45 triliun.

Di sisi bisnis, Phapros juga tengah menyiapkan inovasi produk baru berupa serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk membantu mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit dental. Produk tersebut ditujukan memperkuat lini dental Phapros yang telah memiliki produk anestesi Pehacaine.

Baca juga:  Voli Putri Bandung bjb Tandamata Taklukan Jakarta Popsivo Polwan di Proliga 2022

Produk baru tersebut saat ini memasuki tahap persiapan produksi dan ditargetkan mulai dikomersialkan pada kuartal IV 2026.

“Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Intan.

Selain memperkuat pasar domestik, Phapros terus mengembangkan bisnis ekspor yang telah dirintis sejak 2014. Saat ini, produk Phapros telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini, dengan produk ekspor meliputi analgesik, obat antituberkulosis, multivitamin, obat antimabuk perjalanan, serta antibiotik.

Sepanjang kuartal III dan IV 2026, perseroan menargetkan pengiriman produk ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja dengan nilai penjualan ekspor sekitar Rp5 miliar.

“Ke depannya Perseroan terus menargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon buyer dan penambahan lini produk,” pungkas Intan.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...