36 di Ahmad Yani Batal Terbang, 3.520 Penumpang Terdampak


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Puluhan penerbangan dari dan menuju Semarang mengalami pembatalan maupun penundaan dalam dua hari terakhir.

Kendati demikian, pengelola memastikan operasional bandara tetap berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto mengatakan, pada Minggu (6/9) tercatat 36 penerbangan mengalami pembatalan.

“Jumlah tersebut terdiri dari 18 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan,” ujar Sulistyo saat memberikan keterangan di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (7/9).

Pembatalan tersebut berdampak terhadap 1.318 penumpang. Rinciannya, sebanyak 831 penumpang keberangkatan dan 487 penumpang kedatangan.

Sementara hingga Senin (7/9) pukul 10.00 WIB, kembali tercatat 29 penerbangan terdampak, terdiri dari 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.

Baca juga:  Ratusan Lembaga Olahraga Terima Dana Hibah Disdikbudpora

Dengan demikian, berdasarkan pendataan hingga pukul 10.00 WIB, total penumpang yang terdampak mencapai 3.520 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.842 penumpang berangkat dan 1.578 penumpang tiba.

“Mayoritas rute yang terdampak adalah Semarang-Jakarta dan sebaliknya,” katanya.

Meski terjadi pembatalan dan penundaan penerbangan, kondisi terminal Bandara Ahmad Yani disebut tetap kondusif. Tidak terjadi penumpukan penumpang yang berujung pada kekacauan.

“Alhamdulillah di Semarang tidak terjadi chaos atau keramaian yang tidak terkendali. Kami selalu berkoordinasi intensif dengan pihak maskapai atau airline, sehingga penumpang mendapatkan informasi lebih awal mengenai kelanjutan penerbangan,” tegasnya.

Bagi calon penumpang yang penerbangannya terdampak, maskapai menyediakan sejumlah opsi penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Dua pilihan utama yakni melakukan penjadwalan ulang atau reschedule dan pengembalian biaya tiket atau refund.

Baca juga:  Hari Pertama Ngantor, ASN Diimbau Jaga Mutu Pelayanan

“Untuk penumpang yang memilih reschedule, mereka memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mengatur ulang jadwal penerbangan berikutnya. Sedangkan bagi yang mengajukan refund, proses dapat langsung ditangani sesuai prosedur masing-masing maskapai,” jelas Sulistyo.

Di sisi lain, Angkasa Pura Indonesia memastikan gangguan penerbangan akibat dampak erupsi tersebut tidak memengaruhi seluruh jaringan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani.

Penerbangan internasional maupun penerbangan menuju sejumlah bandara di sekitar Jawa Tengah, termasuk Solo, disebut tetap beroperasi normal.

“Untuk penerbangan internasional seperti Malaysia dan Singapura serta rute lainnya, dipastikan tetap berjalan normal dan aman,” pungkasnya. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...