JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pergerakan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah terus menunjukkan geliat sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Jawa Tengah telah mencapai 99,62 juta perjalanan.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, tingginya jumlah perjalanan wisatawan nusantara tersebut menjadi salah satu gambaran aktivitas pariwisata di Jawa Tengah. Data itu mencakup perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Jawa Tengah selama periode Januari hingga Juli 2026.
“Perjalanan wisatawan nusantara tujuan Jawa Tengah pada Januari sampai Juli 2026 mencapai 99,62 juta perjalanan,” katanya.
Menurutnya, mobilitas wisatawan tersebut turut tercermin dari aktivitas sektor akomodasi. Pada Juli 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Tengah tercatat sebesar 35,83 persen.
Sementara rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel pada Juli 2026 tercatat 1,22 malam. Angka tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas wisatawan selama berada di Jawa Tengah.
Pergerakan wisatawan juga terlihat dari aktivitas transportasi udara. BPS mencatat jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara komersial dari Jawa Tengah pada Juli 2026 sebanyak 128.102 orang.
Jumlah tersebut turun 5,25 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 135.196 orang. Sedangkan penumpang yang datang ke Jawa Tengah melalui angkutan udara tercatat sebanyak 128.172 orang.
“Untuk kedatangan penumpang angkutan udara komersial ke Jawa Tengah pada Juli 2026 sebanyak 128.172 orang, turun dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.
Berbeda dengan transportasi udara, mobilitas penumpang melalui jalur laut justru mengalami peningkatan. Jumlah keberangkatan penumpang dari Pelabuhan Tanjung Emas, Jepara, dan Karimunjawa pada Juli 2026 mencapai 69.415 orang.
Jumlah tersebut meningkat 16,82 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 59.418 orang. Sementara penumpang yang datang melalui tiga pelabuhan tersebut mencapai 63.100 orang, naik 8,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Ali mengatakan, data perjalanan wisatawan, tingkat hunian hotel, serta mobilitas penumpang menunjukkan dinamika aktivitas masyarakat di Jawa Tengah. Indikator tersebut juga dapat menjadi gambaran perkembangan sektor pariwisata dan mobilitas antardaerah.
“Pergerakan wisatawan dan aktivitas transportasi menjadi bagian dari dinamika pariwisata serta mobilitas masyarakat di Jawa Tengah,” tandasnya.(aln)




