Kabupaten Semarang Matangkan Venue Porprov, Bidik 30 Medali Emas


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Aroma persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mulai terasa. Kabupaten Semarang yang dipercaya menjadi salah satu tuan rumah bersama terus mematangkan berbagai persiapan, terutama kesiapan venue pertandingan yang akan menjadi panggung pertarungan para atlet dari berbagai daerah.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang, Dody Prasetyo, mengatakan persiapan sebagai tuan rumah bersama Porprov Jateng yang dijadwalkan berlangsung akhir Oktober 2026 kini telah mencapai tahap akhir.

Sebanyak 10 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di sejumlah venue di wilayah Kabupaten Semarang. Kesepuluh cabor tersebut yakni karate, arung jeram, voli pasir, voli indoor, dayung, tenis meja, biliar, grass track, paralayang, dan gantole.

“Persiapan venue sudah mencapai 90 persen. Tinggal menunggu verifikasi dari KONI Jateng dan technical delegate,” ujar Dody usai mengikuti Apel Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Stadion Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Rabu (9/9).

Tak hanya bersiap menjadi tuan rumah, KONI Kabupaten Semarang juga memasang target tinggi dalam pesta olahraga tingkat Jawa Tengah tersebut. Kabupaten Semarang membidik posisi delapan besar klasemen akhir dengan target sedikitnya 30 medali emas.

Untuk mewujudkan target itu, sebanyak 268 atlet telah dipersiapkan untuk berlaga pada 38 cabang olahraga. Para atlet tersebut diharapkan mampu tampil maksimal sekaligus mempertahankan tren prestasi olahraga Kabupaten Semarang di tingkat provinsi.

“Kita targetkan meraup 30 medali emas,” tegas Dody.

Sejumlah cabor menjadi tumpuan utama untuk mendulang emas. Di antaranya paralayang, wushu, karate, pencak silat, dan arung jeram. Meski demikian, KONI tidak ingin beban prestasi hanya bertumpu pada cabor unggulan.

Baca juga:  Sarasehan Hari Relawan PMI Tingkat Kabupaten Semarang, Tularkan Spirit Kemanusiaan

Pengurus seluruh cabang olahraga didorong terus melakukan pembinaan dan meningkatkan kualitas atlet agar peluang meraih medali semakin terbuka. Setiap pertandingan, menurut Dody, harus menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.

Di sisi lain, KONI Kabupaten Semarang mulai menatap jauh ke depan. Hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memetakan potensi atlet muda yang dapat diproyeksikan menjadi tulang punggung prestasi daerah pada masa mendatang.

Dody mengimbau seluruh pengurus cabor agar tidak berhenti setelah satu gelaran pertandingan selesai. Atlet-atlet pelajar yang menunjukkan kemampuan dan potensi harus terus dipantau serta mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembinaan sejak usia dini merupakan salah satu kunci untuk mencetak atlet berprestasi. Atlet tidak bisa dibentuk secara instan hanya menjelang kompetisi besar.

“Setiap pengurus cabor harus memantau potensi atlet pelajar. Pembinaan sejak dini menjadi kunci untuk meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi olahraga Kabupaten Semarang. Atlet yang kini masih berstatus pelajar diharapkan dapat berkembang menjadi atlet andalan yang mampu bersaing di level provinsi, nasional, bahkan internasional.

Sementara itu, semangat membangun prestasi olahraga juga mengemuka dalam Apel Peringatan Haornas ke-43 di Stadion Pandanaran Wujil. Apel dipimpin langsung Bupati Semarang H Ngesti Nugraha.

Baca juga:  Milad ke-26, Unimus Unggul dalam Pengembangan Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Dalam sambutan itu ditegaskan bahwa peringatan Haornas tahun ini mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”

Tema tersebut, kata Bupati, tidak boleh berhenti sebagai slogan seremonial. Gerakan olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus masuk dalam agenda pembangunan.

“Olahraga adalah investasi bangsa untuk membentuk karakter disiplin dan memiliki daya juang. Sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” katanya.

Karena itu, olahraga tidak semata-mata berbicara mengenai kemenangan dan perolehan medali. Lebih jauh, olahraga menjadi sarana membangun manusia yang sehat, tangguh, disiplin, memiliki semangat juang, serta mampu berkontribusi secara produktif bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, M Taufiqurrahman, melaporkan apel Haornas tersebut diikuti sekitar 2.500 peserta.

Para peserta berasal dari berbagai unsur, termasuk atlet-atlet berprestasi yang baru saja mengharumkan nama Kabupaten Semarang pada Popda Jateng 2026.

Usai apel, Bupati Semarang menyerahkan secara simbolis medali dan piagam penghargaan kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi.

Suasana semakin semarak dengan berbagai atraksi olahraga. Pencak silat, karate, breakdance, senam tulang sehat, memanah, bakiak beregu hingga egrang turut ditampilkan di hadapan peserta apel.

Kini, Kabupaten Semarang bersiap menyambut Porprov Jateng. Bukan hanya dengan venue yang terus dikebut penyelesaiannya, tetapi juga dengan ambisi mengukir prestasi dan membawa nama daerah menembus jajaran delapan besar Jateng. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...