DKK Kudus Perketat Evaluasi Gizi Siswa


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus terus mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerjanya. Pengawasan itu tidak hanya fokus pada penurunan angka stunting, kini juga menyoal data tumbuh kembang siswa untuk mengantisipasi risiko obesitas atau kelebihan berat badan.

Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, menyatakan bahwa seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kudus telah diinstruksikan untuk mengampu dan memantau langsung para murid penerima MBG. Pemantauan ini dilakukan melalui kolaborasi erat bersama Dinas Pendidikan dan pihak Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

‘’Kami tidak ingin program MBG ini malah memicu lonjakan kasus obesitas, terutama di sekolah-sekolah kawasan perkotaan yang siswanya relatif sudah mampu. Evaluasi dampak program ini akan kami targetkan minimal dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan ke depan,’’ ujar dr. Hakam, saat di Pendapa Kabupaten Kudus, baru-baru ini.

Baca juga:  Buntut Pungutan Diluar Retribusi, Sayur Pasar Bitingan Geruduk Dinas Perdagangan Kudus

Guna mendapatkan basis data yang akurat, DKK Kudus menetapkan standarisasi pengukuran berkala. Berat badan siswa akan dipantau setiap 3 bulan sekali, sementara tinggi badan diukur setiap 6 bulan sekali.

Proses pengumpulan data dasar ini dijadwalkan rampung pada Desember 2026, sehingga evaluasi signifikansi dampak MBG selama empat bulan berjalan dapat dipetakan pada Januari 2027.

Jika dalam perjalanannya ditemukan persentase kasus obesitas yang signifikan, misalnya mencapai 25 hingga 30 persen di satu sekolah DKK Kudus siap mengintervensi dengan menerbitkan rekomendasi perubahan skema menu.

‘’Porsi dan komposisi nutrisi untuk sekolah tersebut akan disesuaikan guna menekan risiko kegemukan pada anak,’’ jelasnya.

Kata Hakam, saat ini wilayah Gundosari menjadi salah satu daerah percontohan dengan pengelolaan data awal yang dinilai paling baik dan lengkap. Sementara itu, sekolah-sekolah di wilayah pinggiran tetap menjadi prioritas pengawasan intervensi gizi agar target penurunan stunting tepat sasaran tanpa memicu masalah kesehatan baru. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...