Tumbuhkan Minat Baca, Bunda Literasi Jateng Usul Buku Bacaan di Bus Trans Jateng


JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG — Bunda Literasi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengusulkan kepada pemerintah setempat agar menyediakan fasilitas buku bacaan di moda transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca di ruang-ruang publik.

Hal itu disampaikan saat acara peluncuran Festival Literasi Pemeritah Provinsi Jawa Tengah di Mall Uptown Kota Semarang pada Jumat, 11 September 2026. Dalam acara itu juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, sejumlah kepala daerah kabupaten/kota, dan Bunda Literasi di sjeumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Nawal mengungkapkan, banyaknya penumpang Trans Jateng menjadi peluang besar untuk mendekatkan akses literasi kepada masyarakat di tengah perjalanan mereka.

“Trans Jateng saat ini mengalami lonjakan penumpang yang sangat luar biasa. Jadi, para penumpang bisa menikmati perjalanan sambil membaca buku,” ujar Nawal.

Menurutnya, penumbuhan budaya membaca tidak boleh terbatas di lingkungan sekolah atau perpustakaan formal saja, melainkan harus hadir di berbagai sarana publik dan lingkungan keluarga.

Baca juga:  32,8 % Suara PDIP Jateng Dukung Luthfi-Yasin di Pilgub

Selain mendorong akses buku di transportasi umum, Nawal menekankan bahwa tantangan literasi saat ini tidak lagi sekadar kemampuan bebas aksara (baca-tulis), melainkan mencakup literasi digital dan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi bohong (hoax).

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi perpustakaan daerah agar tidak lagi terkesan kaku, sepi, atau penuh larangan. Perpustakaan diharapkan bisa bertransformasi menjadi ruang publik yang interaktif, terintegrasi dengan kafe, co-working space, hingga wadah kreativitas anak muda.

“Literasi bukan tentang siapa yang paling banyak membaca, tetapi siapa yang menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan untuk melakukan perubahan dan kemanfaatan serta kemaslahatan bagi masyarakat,” tegas Nawal.

Melalui ajakan ini, ia berharap indeks literasi dan kegemaran membaca di Jawa Tengah dapat terus meningkat secara signifikan, serta menjadikan kebiasaan membaca sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Baca juga:  Ning Nawal Pamerkan Program "Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng"

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati mengatakan, perhelatan Festival Literasi yang diselenggarakan bertujuan semakin meningkatkan minat membaca, menulis, dan berpikir kritis masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi ekosistem literasi daerah.

Festival ini merangkul berbagai kalangan, mulai dari anak usia dini, pelajar, santri, penyandang disabilitas, penggiat literasi, seniman, dan instansi pemerintah. Sejumlah institusi turut berpartisipasi aktif, seperti Dinas Kearsipan Kabupaten/Kota se-Jateng, Bank Indonesia, Bank Jateng, hingga jajaran penerbit nasional dan komunitas literasi perguruan tinggi.

Salah satu acara yang menarik perhatian masyarakat adalah bedah buku bersama penulis ternama Tere Liye, workshop penguatan literasi bersama Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, pertunjukan monolog, serta seminar literasi santri.

Selain itu juga digelar berbagai lomba kreasi pelajar, meliputi lomba band akustik SMA/SMK, debat mahasiswa dan pentas ekspresi budaya, lomba mewarnai, mendongeng bersama Kak Kempo, serta kompetisi drum band anak TK. (ucl)


TERKINI

Rekomendasi

...